Warning Keras Bos Pfizer buat Anda yang Sudah Divaksin Penuh

Tech - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
30 April 2022 08:20
FILE PHOTO: The Pfizer logo is seen at their world headquarters in New York April 28, 2014.  REUTERS/Andrew Kelly/File Photo                            GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO perusahaan farmasi Pfizer Albert Bourla kembali memberikan pesan kepada masyarakat yang sudah yang sudah di vaksin Covid-19 penuh, termasuk booster. Ia mengatakan dosis keempat mungkin saat ini sudah diperlukan.

Dalam sebuah pernyataannya, Bourla menjelaskan bahwa hal ini harus dilakukan agar antibodi dapat terus memberikan perlindungan kepada masyarakat dari Covid-19.

"Saat ini, seperti yang kita lihat, perlu booster keempat sekarang," kata Bourla dalam wawancara dengan media Amerika Serikat (AS), CBS, bertajuk Face the Nation dikutip Sabtu, (30/4/2022).


Perlindungan yang dimiliki dari vaksin ketiga dinilai cukup baik untuk melawan rawat inap dan kematian Covid-19. Tapi vaksin booster ini tidak terlalu bagus untuk melawan infeksi, karena tidak bertahan lama.

Pemberian vaksin dosis keempat memang bukan hal baru. Beberapa negara, seperti di Israel, Chile dan Jerman, dilaporkan sudah melakukan vaksin keempat.

Selama wawancara, Bourla pun menegaskan kembali tujuan perusahaannya. Yakni menciptakan vaksin yang efektif melawan semua varian Covid-19 untuk jangka waktu yang lebih lama.

"Kami bekerja sangat giat saat ini untuk membuat tidak hanya vaksin yang akan melindungi dari semua varian, termasuk Omicron, tetapi juga sesuatu yang dapat melindungi setidaknya selama satu tahun," katanya.

"Dan jika kita dapat mencapai itu, maka saya pikir itu sangat mudah untuk diikuti dan diingat sehingga kita dapat kembali ke kehidupan yang benar-benar dulu."

Informasi saja, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat sudah menyetujui penyuntikan vaksin keempat. Vaksin booster kedua ini diberikan kepada warga berusia 50 tahun ke atas. Izin diterbitkan pada vaksin Pfizer dan Moderna.

Langkah ini diambil saat varian Omicron masih memiliki kekhawatiran baru terkait penyebarannya. Subvarian Omicron, BA.2, kini mendominasi kasus corona AS, seperti dilansir dari CNBC International.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos Produsen Vaksin Sebut Pandemi Covid Berakhir 2024


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading