Korsel Tuduh Korut Bohong Soal Rudal Nuklir Antarbenua

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
30 March 2022 20:10
In this photo distributed by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un, center, walks around what it says a Hwasong-17 intercontinental ballistic missile (ICBM) on the launcher, at an undisclosed location in North Korea on March 24, 2022. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads:

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara dilaporkan menggunakan rudal balistik antar benua yang lebih tua. Ini berbeda dengan dugaan sebelumnya yang diperkirakan menggunakan ICBM Hwasong-17.

Peluncuran yang dilakukan pada 24 Maret lalu diperkirakan oleh pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) menggunakan ICBM, ungkap pejabat kementerian pertahanan. Namun Washington belum secara terbuka mempertimbangkan, dan juru bicara John Kirby mengatakan uji tersebut masih dianalisa.

Korea Utara diketahui menggunakan Hwasong-17 pada uji coba pertamanya November 2017. Akhirnya melakukan moratorium untuk pengujian ICBM berakhir dengan peluncuran minggu lalu.


Sejumlah analis open-source mencatat perbedaan pada video dan foto yang dirilis oleh media pemerintah Korea Utara setelah peluncuran. Nampaknya menunjukkan peluncuran gagal 16 Maret lalu dilihat dari bayangan, cuaca serta faktor lain.

"Pemilihan Hwasong-15 yang lebih handal dengan tes berhasil pada 2017, bisa dimaksudkan untuk memblokir rumor dan memastikan stabilitas rezim dengan menyampaikan pesan keberhasilan dalam waktu singkat setelah penduduk Pyongyang menyaksikan kegagalan 16 Maret," ujar kementerian pertahanan, dikutip dari Reuters, Rabu (30/3/2022).

Uji coba itu juga bisa ditunjukkan bagi peningkatan status sebagai kekuatan militer dan meningkatkan daya tawar pada Korea Selatan, AS, dan masyarakat internasional.

Sementara itu AS dan Korea Selatan mengatakan pengujian 27 Februari dan 5 Maret menggunakan sistem Hwasong-17. Ini kemungkinan persiapan untuk peluncuran pada jarak jauh.

Sedangkan Korea Utara tidak pernah mengakui soal peluncuran pada 16 Maret dan kegagalannya. Di sisi lain, Ha Tae Keung selaku anggota parlemen Korea Selatan mengatakan puing-puing uji coba itu menghujani Pyongyang.

Rudal pada hari Kamis itu terbang selama 67,5 menit pada jangkauan 1.090 km dan ketinggian maksimum 6,248,5 km. Angka itu mirip dengan dari yang dilaporkan oleh Jepang dan Korea Selatan.

Namun masih lebih lama pada tes Hwasong-15 pertama, yakni selama 53 menit dan ketinggian 4.475 km serta jangkauan 950 km.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ketahuan, Hacker Korut Disebut Rampok Cryptocurrency Rp 5,7 T


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading