China Mau Buat Kereta 'Kiamat', Mendekati Kecepatan Cahaya

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
08 April 2022 07:20
Ilustrasi (Photo by Ingo Joseph)

Jakarta, CNBC Indonesia - China dikenal dengan proyek-proyek ambisiusnya. Kali ini Negeri Tirai Bambu itu berencana untuk membangun 'kereta kiamat' yang memiliki kecepatan tinggi.

China akan menggunakan kereta tersebut untuk membawa rudal balistik antarbenua (ICBM) dan menjaganya agar terhindar dari deteksi musuh. Bahkan, kereta kiamat ini dapat digunakan untuk platform peluncuran rudal, demikian dikutip dari IFL Science, Jumat (8/4/2022),

Namun sampai saat ini kereta masih dalam tahapan cetakan biru. South China Morning Post melaporkan kendaraan itu jadi subyek dari proyek penelitian nasional yang didanai pemerintah pusat China dan dipimpin seorang profesor teknik sipil dengan Southwest Jiaotong University di Chengdu.


Para peneliti telah menerbitkan studi peer-review baru di Journal of Southwest Jiaotong University. Dibandingkan dengan kereta api jarak jauh, kereta api berkecepatan tinggi beroperasi lebih cepat dan lebih lancar.

"Artinya bahwa pada rel berkecepatan tinggi, mobilitas, keamanan, dan penyembunyian kendaraan militer akan lebih besar," tulis para peneliti dalam studi itu.

Rencana serupa sebelumnya pernah dilontarkan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet saat perang dingin. Sementara gagasan ICBM diluncurkan dalam kereta api belum banyak berkembang beberapa tahun terakhir, namun sepertinya akan kembali lagi.

Tahun 2015, China telah menguji "peluncuran dingin" ICBM dari kereta api. Pada tahun lalu, Korea Utara mendemonstrasikan rudal balistik yang meluncur dari kereta.

China salah salah satu dari sembilan negara yang dipastikan memiliki senjata nuklir. Negara lainnya adalah AS, Rusia, Perancis, Inggris, Pakistan, India, Israel dan Korea Utara.

Sebelumnya China juga pernah menguji bom nuklir pada 1960-an. Union of Concerned Scientists melaporkan negara itu memiliki persenjataan sekitar 350 hulu ledak. Jumlah itu cukup kecil dibandingkan dengan dua negara besar lainnya AS dan Rusia. Masing-masing negara tersebut punya 5.500 dan 6.300 hulu ledak nuklir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Temuan Baru China: Robot yang Nyaris 100% Tiru Manusia


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading