Bos Vaksin Pfizer Bocorkan Kapan Covid-19 Selesai, Bukan 2022

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 March 2022 11:10
Two women take a selfie at the Spanish Steps in Rome, Monday, June 28, 2021. Italians took off their face masks and breathed a huge sigh of relief on Monday as the government-imposed requirement on mask wearing outdoors was lifted. Italian Health Minister Roberto Speranza made the decision last week to lift the outdoor mask-wearing requirement on advice from Italy’s Scientific Technical Committee (CTS) that made the decision based on the stabilisation of Italy Covid-19 indicators. (Cecilia Fabiano/LaPresse via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 belum akan usai di tahun 2022. Karena menurut Presiden Global Pfizer Vaccines, Nanette Cocero, baru akan selesai dua tahun lagi atau tahun 2024 mendatang.

Saat itu, dia mengatakan pandemi akan bergeser ke tahap endemi. "Kami percaya Covid-19 akan bertransisi ke keadaan endemi, berpotensi pada tahun 2024," ungkapnya, dikutip CNBC Internasional, Jumat (11/2/2022).

Endemi merupakan tahapan saat pandemi berakhir namun bukan berarti virus menghilang. Tahapan itu adalah saat penyakit menular terjadi di wilayah atau musim tertentu saja.


Endemi bisa terjadi apabila kekebalan populasi masyarakat dunia sudah cukup terpenuhi dari vaksin. Selain itu juga berasal dari penularan virus, rawat inap, dan kematian yang terkendali.

Petugas ilmiah Pfizer, Mikael Dolsten mengatakan prediksi pandemi berakhir terjadi apabila distribusi adil pada wilayah dengan tingkat vaksinasi yang masih rendah.

"Kapan dan bagaimana tepatnya ini terjadi akan tergantung pada evolusi penyakit, seberapa efektif vaksin dan perawatan, serta distribusi vaksin yang adil ke tempat-tempat di mana tingkat vaksinasi rendah," jelas Dolsten.

Namun catatan lainnya, varian Covid-19 juga menjadi penentu dari pandemi. Dolsten juga menambahkan perubahan tahapan dari pandemi ke endemi akan berbeda waktunya di tiap wilayah.

Sejak pandemi Covid-19 menyebar dua tahun lalu, sudah banyak varian yang hadir. Termasuk Delta yang menyebabkan kenaikan kasus cukup signifikan di dunia termasuk Indonesia pertengahan tahun lalu.

Selain itu varian omicron juga teridentifikasi sejak November lalu. Indonesia diketahui penyebarannya cukup masif, bahkan membuat kasus harian juga kembali mengalami kenaikan beberapa waktu lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Tahun Ini, Bos Pfizer Bocorkan Kapan Covid-19 Berakhir


(npb/npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading