WHO Belum Ubah Status Pandemi ke Endemi Covid, Ini Alasannya

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
19 April 2022 09:10
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua tahun berlalu dan hingga kini Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO belum mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Apa alasannya?

Endemi sendiri merupakan keadaan saat penyakit ada pada populasi atau wilayah tertentu. Salah satu endemi adalah malaria yang ada di wilayah Afrika dan Amerika Selatan.

Namun ini bukan berarti saat pandemi menjadi endemi membuat masalah berakhir. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan.


"Saya tentu tidak percaya kita telah mencapai sesuatu yang mendekati situasi endemik dengan virus ini. Itu belum menjadi penyakit endemi," kata Ryan, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (19/4/2022).

Menurutnya, virus corona belumlah masuk dalam pola penyakit musiman atau penularan apapun. Selain itu SARS-CoV-2 tetap mampu menjadi penyebab wabah besar.

"Jangan percaya endemik sama saja sudah selesai, ringan atau tidak masalah. Itu sama sekali tidak," kata Ryan.

Belum lama ini, jumlah kematian akibat Covid-19 tercatat sebagai jumlah terendah sejak pandemi di awal 2020. Namun dengan 20 ribu kematian, Ryan menyatakan jumlah itu masih banyak.

"Kita harusnya bahagia namun tidak boleh puas," ujarnya.

Saat sebuah penyakit epidemik menjadi endemik, bisa seringkali menjadi penyakit anak-anak misalnya campak dan difteri. Alasannya karena saat anak baru lahir, adalah kelompok yang rentan.

Vaksinasi juga masih memegang peran penting. Ryan menuturkan jika tingkatnya menurun, maka epidemik bisa kembali pecah.

Pemimpin Teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove menyebutkan corona akan terus beredar pada tingkat yang tinggi. Dengan menyebabkan kematian serta kehancuran pada jumlah yang besar.

Seperti Ryan, dia mengatakan saat ini dunia belum masuk pada fase endemi dan masih berada dalam pandemi. "Kita semua berharap tidak demikian. Tapi kami tidak dalam tahap endemik," ungkap Vank Kerkhove.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Omicron, Bill Gates Ungkap Kapan Pandemi Covid Berakhir


(npb/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading