Jangan Kaget! NFT Diprediksi Bakal Lebih Besar dari Bitcoin

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 January 2022 18:30
NFT

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama NFT atau Non-fungible Token (NFT) jadi begitu populer melebihi uang kripto Bitcoin. Termasuk di Indonesia, bahkan saat seorang pemuda Ghazali berhasil mendapatkan banyak uang dari penjualan koleksi NFT nya.

Kevin O'Leary, investor dan ketua penasihat investasi O'Shares mengatakan NFT bakal jadi lebih besar dibandingkan Bitcoin di masa depan.

"Anda akan melihat banyak pergerakan dalam hal proyej otentikasi, mulai dari polis asuransi hingga pajak transfer real estate, semua secara online dalam beberapa tahun ke depan, membuat pasar NFT jauh lebih besar dan lebih maju dari hanya Bitcoin," ungkapnya dikutip dari CNBC Internasional, Senin (17/1/2022).


"Kita akan lihat apa yang terjadi, namun saya bertaruh dan berinvestasi di kedua sisi hal itu".

Bukan hanya di Indonesia, dunia pun juga baru merasakan kepopuleran NFT beberapa waktu belakangan ini. CNBC Internasional mencatat pada 2021, ada token lebih dari US$20 miliar berpindah tangan.

Tren mendapatkan perhatian publik, terutama setelah kolase dari seniman digital Beeple terjual dengan US$69 juta.

Banyak yang khawatir soal kelangsungan NFT di masa depan. Bahkan ada yang membandingkannya dengan penawaran koin di awal tahun 2017.

Sementara itu dia juga menyinggung soal uang kripto. Pada 2019 lalu, dia mengatakan kripto merupakan uang yang tidak berguna.

Namun baru-baru ini, O'Leary menyebutnya sebagai cara diversifikasi dari aset lain seperti real estat di tengah inflasi yang meningkat. Dia optimis pada keuangan terdesentralisasi, tren yang bertujuan mereplikasi produk keuangan tradisional dengan Blockchain.

Terkait peraturan, menurutnya penting memastikan kripto untuk diatur. Salah satunya adalah Kanada, kampung halamanya, jadi contoh punya kebijakan lebih progresif dari yang lain soal kripto.

Sementara itu Uni Emirat Arb dan Swiss, O'Leary mengatakan sebagai negara yang juga terbuka atas kripto.

"Anda harus optimis dan konstruktif. Pintu air modal akan masuk lewat rencana kedaulatan dan pensiun yang belum ada," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ridwan Kamil Dukung Token Kripto NFT, Halal atau Haram?


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading