Heboh Jual Foto KTP Jadi NFT, Ini Bahaya Besar yang Mengancam

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 January 2022 14:30
NFT (Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Akhir minggu lalu, masyarakat dikagetkan adanya penjualan KTP di platform penjualan NFT, OpenSea. Aksi ini jelas berbahaya untuk data pribadi masyarakat Indonesia.

Pakar Budaya dan Komunikasi Digital Universitas Indonesia, Firman Kurniawan mengatakan penjualan KTP itu berkaitan dengan data pribadi yang akan bisa digunakan orang lain. Bahkan penjualan KTP orang lain itu bersifat ilegal.

"Kalau KTP yang dijual di NFT punyanya orang lain jelas itu ilegal. Jelas ada UU kita yang melarang hal itu, ada ancamannya. Enggak bisa dianggap iseng-iseng, kemudian laku nanti kita urus setelahnya, enggak bisa seperti itu bisa berbahaya," jelas Firman kepada CNBC Indonesia.


Menurutnya penjualan di Opensea menjadi sangat berbahaya karena platform itu bersifat publik. Tidak ada batasan saat menjualnya di platform tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan penjualan NFT KTP merupakan tidak lazim. Sebab NFT setidaknya adalah file digital yang masuk ke Blockchain seperti karya seni foto dan musik.

Termasuk dari segi etika, dia juga mengatakan KTP tidak bisa dibagikan dan diperjualbelikan. Bahkan menurutnya, korban yang data pribadi ada dalam koleksi produk NFT itu bisa melaporkan ke pihak berwenang.

"Tentu penjualan NFT KTP berbahaya, tentu bersifat ilegal dan berbahaya. Sebab, data pribadi tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak lain. Korban yang merasa data pribadinya ada di dalam koleksi produk NFT akun tersebut sangat berhak melaporkannya ke pihak berwenang bisa kepolisian," ungkap Teguh, dalam keterangannya.

Menurutnya marketplace NFT seperti Opensea punya panduan komunitas. Jadi saat ada pihak yang dirugikan atau terdapat pelaporan ada jalur untuk memprosesnya, NFT KTP harusnya dapat dihapus dari platform itu.

Dia menekankan soal edukasi kepada masyarakat, yakni beradaptasi dengan teknologi yang baru. Bukan hanya untuk menyalahkan perkembangan pada teknologinya.

"Inilah perlunya edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan human behaviour, untuk beradaptasi dengan teknologi yang baru dan bukan hanya menyalahkan perkembangan teknologinya," jelasnya.

Sementara itu Firman menyatakan tren orang-orang melirik NFT sebab mereka melihatnya jadi peluang yang besar. Misalnya Ghazali yang menjual selfie dan bisa laku dengan harga tinggi.

Itulah yang membuat banyak orang tergiur untuk mencicipi berjualan di NFT termasuk seperti pakaian, makanan atau bahkan KTP. "Antara iseng mencoba peruntungan di situ semua masuk NFT itu," kata Firman.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jualan NFT Orang RI di OpenSea: Ayam, Seblak Sampai Lemari


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading