Perang Teknologi, Mantan Pejabat Pentagon Jagokan China

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 October 2021 19:28
Chinese and U.S. flags flutter near The Bund, before U.S. trade delegation meet their Chinese counterparts for talks in Shanghai, China July 30, 2019.  REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - China dan Amerika Serikat (AS) diketahui memang selalu bersaing dalam berbagai hal. Namun menurut mantan pejabat Pentagon, China memenangi pertempuran di bidang teknologi dibandingkan AS.

Nicolas Chaillan yang pernah menjabat sebagai Chief Software Officer Pentagon mengundurkan diri karena lambatnya transformasi teknologi di militer AS. Kepada Financial Times dia mengatakan kegagalan respon membahayakan negara tersebut.

Dia menambahkan AS tidak punya peluang untuk melawan China, bahkan dalam 15-20 tahun. "Saat ini sudah menjadi kesepakatan, menurut Saya sudah berakhir. Apakah dibutuhkan perang atau tidak, itu semacam anekdot," kata Nicolas Chaillan, dikutip dari Reuters, Senin (11/10/2021).


Sebagai informasi China merupakan ekonomi terbesar kedua dunia. Penilaian intelijen Barat mengungkapkan negara tersebut bisa mendominasi banyak teknologi utama, khususnya adalah biologi sintetik dan genetika dalam satu dekade.

Nicolas Chaillan juga mengatakan China akan mendominasi masa depan dunia. Wilayah itu akan mengendalikan semuanya dimulai dari narasi media hingga geo-politik.

Perusahaan seperti Google disalahkan Nicolas Chaillan karena inovasi yang lamban untuk bekerja sama dengan negara bagian dalam kecerdasan buatan (AI). Selain itu juga perdebatan etis yang ekstensif soal teknologi itu.

Reuters menuliskan Google tidak langsung memberikan komentar di luar jam kerja.

Sementara itu, Nicolas Chaillan juga menyoroti perusahaan di China. Mereka memiliki kewajiban bekerja dengan pemerintah serta menggelontorkan investasi besar-besaran di teknologi AI tanpa harus memperhatikan soal etika.

Bahkan Nicolas Chaillan menyebut pada beberapa departemen pemerintah, pertahanan siber pada 'level taman kanak-kanak'.

Sebagai informasi, Nicolas Chaillan mengumumkan mengundurkan diri pada September lalu. Dia mengatakan pejabat militer berulang kali diminta untuk inisiatif siber padahal mereka kurang berpengalaman.

Sementara itu, seorang juru bicara Departemen Angkatan Udara mengatakan Frank Kendall yang merupakan sekretaris Angkatan Udara AS telah berdiskusi bersama Nicolas Chaillan. Ini sehubungan dengan rekomendasi soal pengembangan software departemen di masa depan pasca pengunduran dirinya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading