Vaksin Sinovac Disebut Berkualitas Rendah, Ini Jawaban China

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
09 September 2021 09:45
Kedatangan Vaksin Sinovac tahap 36. (Dok: Kominfo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kedutaan China di Bangkok Thailand gerah dengan pernyataan segelintir masyarakat yang menyebut vaksin Sinovac berkualitas rendah dan tidak efektif. Untuk itu mereka membuat pernyataan resmi di halaman Facebook miliknya.

Kedubes China menulis Pemerintah China mengirimkan vaksin Sinovac ke Thailand pada kesempatan pertama untuk membantu negara melawan Covid-19, meskipun permintaan vaksin di China masih tinggi dan kemampuan produksinya masih belum memadai.

"Setiap dosis vaksin yang dikirim oleh China mewakili niat baik dan persahabatan yang telah dipertahankan China dengan Thailand sejak lama," ungkap Kedubes China seperti dikutip dari The Star, Kamis (9/9/2021).


"Vaksin yang dikirim oleh pemerintah China telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia dalam daftar penggunaan darurat dan telah lulus uji klinis seperti yang dipersyaratkan oleh standar Administrasi Makanan dan Obat Thailand," kata kedutaan.

"Mereka aman, efektif dan telah sepenuhnya disertifikasi dalam hal kualitas."

Kedutaan menambahkan bahwa studi klinis di Chili telah mengungkapkan bahwa vaksin Sinovac 86 persen lebih efektif dalam mencegah gejala parah dan kematian di antara pasien Covid-19, sementara sebuah studi oleh pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa vaksin tersebut efektif hingga 95 persen.

"Namun, ada orang dan pihak tertentu di Thailand yang menuduh Sinovac sebagai vaksin berkualitas rendah yang kurang efektif melawan Covid-19," tambah Kedubes China. "Tuduhan ini sama sekali mengabaikan bukti ilmiah dan merugikan niat baik China untuk Thailand. Kedutaan ingin mendesak orang-orang dan pihak-pihak seperti itu untuk menghentikan tindakan mengerikan ini.

"China bersedia terus membantu Thailand dalam perang melawan Covid-19 dengan ketulusan dan niat baik bersama yang dimiliki kedua negara. Kami berharap Thailand dapat mengatasi krisis ini dan kembali normal sesegera mungkin, "tambah kedutaan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading