Warga RI Pengguna Vaksin Sinovac, WHO Bawa Pesan Untuk Anda

Tech - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
02 May 2022 16:00
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) di Lobby Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu, 6 April 2022. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menganjurkan masyarakat penerima vaksin dari virus yang dimatikan (inactivated virus) seperti Sinovac agar segera mendapatkan booster atau vaksin dosis ketiga. Hal ini penting dilakukan agar tubuh tetap terlindungi dari virus covid-19.

Rekomendasi tersebut dirilis setelah Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) untuk imunisasi mengadakan pertemuan pada beberapa waktu lalu. Terutama untuk mengevaluasi kebutuhan akan booster vaksin Covid-19.

Untuk diketahui, vaksin inactivated sendiri menggunakan metode dengan cara mengambil virus SARS-CoV-2, kemudian membunuhnya menggunakan bahan kimia, panas atau radiasi. Ini merupakan salah satu metode paling populer yang dipakai dunia kesehatan untuk membuat vaksin.


Adapun dalam rekomendasi tersebut, tidak disebutkan secara rinci nama vaksinnya. Namun demikian terdapat dua jenis vaksin inactivated yang mendapat emergency use listing (EUL) dari WHO, yakni vaksin Sinovac bernama CoronaVac dan vaksin Sinopharm bernama BBIBP-CorV.

Ketua SAGE Alejandro Cravioto mengatakan vaksin memberikan tingkat perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah. Setidaknya selama enam bulan kedepan, meski data menunjukkan kekebalan terhadap penyakit parah berkurang pada lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

"Saat ini kami terus mendukung perlunya pemerataan distribusi (vaksin) dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka yang mempunyai masalah pada kesehatan atau orang yang telah menerima vaksin inactivated" ujar Alejandro Cravioto, seperti dikutip dari Reuters, Senin (2/5/2022).

Saat ini, pemerintah telah resmi menambahkan regimen vaksin booster, yakni vaksin Sinopharm. Dengan demikian ada 6 jenis regimen vaksin booster yang digunakan di Indonesia.

Pemberian dosis booster dilakukan melalui dua mekanisme antara lain Homolog, yaitu pemberian dosis booster menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Sementara Heterolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Regimen dosis booster yang dapat diberikan yaitu jika vaksin primer Sinovac, maka vaksin booster bisa menggunakan 3 jenis vaksin antara lain AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan Moderna dosis penuh (0,5 ml).

Vaksin primernya AstraZeneca maka boosternya bisa menggunakan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan vaksin AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

Vaksin primer Pfizer, untuk booster bisa menggunakan vaksin Pfizer dosis penuh (0,3 ml), Moderna separuh dosis (0,25 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

Vaksin primer Moderna, booster dengan menggunakan vaksin yang sama separuh dosis (0,25 ml). Kemudian vaksin primer Janssen (J&J), maka untuk booster dengan menggunakan Moderna separuh dosis (0,25 ml).

Selanjutnya vaksin primer Sinopharm booster nya menggunakan vaksin Sinopharm juga dengan dosis penuh (0,5 ml).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Warga RI Pengguna Vaksin Sinovac, Ada Saran WHO Buat Kamu


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading