Warga RI Pengguna Vaksin Sinovac, Ini Rekomendasi WHO ke Kamu

Tech - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
18 December 2021 15:50
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin Sinovac merupakan jenis vaksin yang paling awal digunakan di Indonesia. World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar warga yang mengalami gangguan sistem imun tubuh (immunocompromised) atau penerima vaksin Covid-19 inactivated segera menerima vaksin booster Covid-19 untuk melindungi diri dari penurunan kekebalan.

Rekomendasi ini dirilis Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) untuk imunisasi usai mengadakan pertemuan pada Selasa pekan lalu untuk mengevaluasi kebutuhan akan booster vaksin Covid-19. Ketua SAGE Alejandro Cravioto mengatakan vaksin memberikan tingkat perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah setidaknya selama enam bulan, meskipun data menunjukkan kekebalan terhadap penyakit parah berkurang pada lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

"Untuk saat ini kami terus mendukung perlunya pemerataan distribusi (vaksin) dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka yang bermasalah kesehatan atau orang yang telah menerima vaksin inactivated" ujar Alejandro Cravioto, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (18/12/2021).


Vaksin inactivated menggunakan cara mengambil virus SARS-CoV-2 dan menonaktifkan atau membunuhnya menggunakan bahan kimia, panas atau radiasi. Ini salah satu cara paling populer yang dipakai dunia kesehatan untuk membuat vaksin.

Dalam rekomendasi tersebut tidak disebutkan nama vaksinnya. Namun, ada dua jenis vaksin inactivated yang mendapat emergency use listing (EUL) dari WHO. Yakni, vaksin Sinovac dan vaksin Sinopharm.

Terkait booster vaksin Covid-19, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan program ini akan dilakukan pada tahun 2022. Program ini akan dilaksanakan dalam dua skenario. Para lanjut usia (lansia) dan penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan akan ditanggung APBN. Sisanya harus bayar sendiri (mandiri).

"Vaksinasi booster akan dilakukan di klinik dan fasilitas kesehatan swasta. Sementara untuk puskesmas akan difokuskan untuk vaksin rutin," ungkap Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (14/12/2021).

Budi Gunadi Sadikin menambahkan prioritas penyuntikan booster vaksin Covid-19 tahun depan adalah kepada lanjut usia dan kelompok immunocompromised.

"Saya rekomendasi, ikut rekomendasi Ketua ITAGI, sudah diberikan nakes, prioritaskan lansia dan immunocompromised. Sekali lagi orang-orang berisiko tinggi," kata Budi Gunadi Sadikin.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Warga RI Pengguna Vaksin Sinovac, Ada Saran WHO Buat Kamu


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading