Siap-siap! Vaksin Covid-19 Berbayar Berlaku Tahun Depan

Tech - roy, CNBC Indonesia
31 August 2021 08:35
Ilustrasi mobil vaksin keliling. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wacana vaksin Covid-19 berbayar kembali muncul. Rencananya pemerintah tidak akan memberikan vaksin Covid-19 pada orang kaya dan kelas menengah menengah yang mampu pada tahun ini.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Forum Kemandirian dan Ketahanan Industri Alat Kesehatan yang berlangsung Senin (30/8/2021) dan dikutip CNBC Indonesia dari YouTube Farmalkes TV, Selasa (31/8/2021).

"Tahun depan kita tak mau lagi memvaksin orang menengah atas yang jumlahnya lebih dari 100 juta," ujar Luhut Pandjaitan.


Luhut menambahkan saat ini terdapat 52 juta orang yang sudah aman secara ekonomi atau masuk kelas menengah atas dan jumlah ini akan terus berkembang. Kelas menengah di Indonesia tumbuh dengan cepat.

"Kelas menengah itu tumbuh lebih cepat dari kelompok lainnya," terang Luhut.

Sebelumnya dalam konferensi pers APBN KITA yang berlangsung secara virtual pada Rabu (25/8/2021), Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyinggung tentang vaksin Covid-19 berbayar tahun depan.

"Dalam RAPBN kemungkinan ada vaksin mandiri. Tapi ada pencadangan anggaran vaksin yang masih signifikan Rp 35-36 triliun untuk pengadaan vaksin," ungkap Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani kebijakan tersebut akan mengikuti kondisi pada tahun depan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap akan menjadi pengambil keputusan untuk diberlakukan berbayar atau tidak.

"Vaksin ikuti situasi. Kalau masih wabah pandemi dan itu kemudian mencapai herd immunity kita penuhi gunakan APBN yang artinya gratis ke masyarakat," jelasnya.

"Tapi seiring perubahan pandemi jadi endemi dan kebutuhan untuk mereka lakukan [vaksin] booster maka kita kemungkinan dibuka vaksin mandiri," tegas Sri Mulyani.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga membuka kemungkinan adanya vaksin Covid-19 berbayar. Ini untuk vaksin booster atau suntikan ketiga.

Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan jika vaksin booster berbayar jadi diterapkan, masyarakat mampu akan dikenakan biaya Rp 100-150 ribu per suntikan. Vaksin booster gratis diberikan kepada Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Jika target menyuntik 208 juta penduduk Indonesia berhasil diselesaikan akhir tahun ini, pemberian vaksin booster kemungkinan bisa dilakukan pada awal tahun 2022. Vaksin ini diberikan secara gratis kepada 208 juta penduduk Indonesia berusia 12 tahun ke atas.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading