Booster Vaksin Covid Dimulai 12 Januari, Gratis atau Bayar?

Tech - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
03 January 2022 13:55
Keterangan Pers Menteri terkait Evaluasi PPKM, Jakarta, Senin (20/12/2021). (Tangkapn layar youtube Sekpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memutuskan penyuntikan booster vaksin Covid-19 (dosis ketiga) dimulai pada 12 Januari 2022. Apakah program ini berbayar atau gratis?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan untuk program booster vaksin Covid-19, Indonesia membutuhkan 230 juta dosis vaksin. Indonesia sudah mengamankan pasokan vaksin sebanyak 113 juta dosis vaksin.

"Nah yang menarik adalah CDC (Center for Disease Control) dan FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat mengeluarkan rekomendasi Moderna itu dosisnya setengah karena ada isu kerasnya moderna atau efek KIPI (efek samping)," ujar Budi Gunadi dalam konferensi pers digital di Jakarta, Senin (3/1/2022).


Budi menambahkan jika dalam penelitian yang dilakukan Indonesia vaksin booster menggunakan Pfizer dan Moderna setengah dosis dan satu dosis tidak ada beda dari sisi efektivitasnya dan Indonesia menggunakan dosis setengah maka kemungkinan besar kebutuhan booster bisa dipenuhi dari vaksin gratis.

"Tapi ini masih dalam diskusi hasilnya nanti keluar setelah tim dari profesor-profesor dari ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) menyampaikan hasil [penelitian] pada 10 Januari," terangnya.

Informasi saja, penyuntikan booster vaksin Covid-19 akan diberikan kepada kelompok masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Ini sesuai dengan standar dari World Health Organization (WHO).

Program ini juga akan dilakukan pada kabupaten atau kota yang 70% targetnya sudah disuntik dosis pertama vaksin dan 60% target sudah disuntik dosis kedua. Suntikan diberikan 6 bulan setelah dosis kedua.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Vaksin Nusantara Disiapkan Jadi Booster Vaksin Covid-19


(roy/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading