Tesla Mau Bangun Pabrik Mobil Listrik di India?

Tech - roy, CNBC Indonesia
12 August 2021 13:30
Indian crowd wave their flags as they wait for Indian Prime Minister Narendra Modi at a community gathering during his two-day visit, at Bahrain National Stadium, Isa Town, in Manama, Bahrain, August 24, 2019. REUTERS/Hamad I Mohammed

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah India sedang mempertimbangkan untuk memangkas bea masuk mobil listrik menjadi 60%. Ini bisa kabar baik bagi produsen mobil listrik milik Elon Musk, Tesla.

Hal ini diungkapkan dua pejabat senior India. "Kami belum mempertegas pengurangan bea masuk, tetapi ada diskusi yang sedang berlangsung," ungkap salah satu pejabat senior India seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/8/2021).

Saat ini India menerapkan bea masuk sebesar 100% pada kendaraan listrik seharga US$40.000 ke atas. India sendiri merupakan pasar mobil terbesar kelima di dunia dengan penjualan tahunan sekitar 3 juta kendaraan tetapi sebagian besar harga mobil yang terjual di bawah US$20.000 per unit.


Pada Juli lalu Tesla meminta pemerintah untuk menurunkan bea masuk impor kendaraan listrik sebesar 40% agar harganya lebih terjangkau dan meningkatkan penjualan. Hal ini memicu perdebatan soal apakah langkah ini perlu dilakukan mengingat India sedang berusaha meningkatkan manufaktur dalam negeri.

Pejabat senior itu mengungkapkan India mendukung pemotongan bea masuk impor kendaraan listrik jika perusahaan seperti Tesla memberikan manfaat ekonomi domestik seperti membangun pabrik lokal dengan waktu yang konkret.

"Mengurangi bea masuk tidak menjadi masalah karena tidak banyak kendaraan listrik yang diimpor di dalam negeri. tetapi kami membutuhkan bebrapa keuntungan ekonomi dari itu. Kami juga harus menyeimbangkan kekhawatiran para pemain domestik," ungkap pejabat senior itu.

Bulan lalu, CEO Tesla Elon Musk melalui akun Twitter pribadinya mengatakan pabrik lokal di India "sangat mungkin" jika perusahaan berhasil mengimpor kendaraan tetapi pajak atas itu masih tinggi.

Pejabat senior lainnya menegaskan pemotongan bea masuk impor yang sedang dipertimbangkan hanya untuk kendaraan listrik dan bukan kategori mobil impor lainnya, sehingga seharusnya tidak menjadi perhatian bagi pembuat mobil domestik.

Kementerian keuangan dan perdagangan India, serta think tank federal Niti Aayog, yang diketuai oleh Perdana Menteri Narendra Modi, sedang mendiskusikan proposal tersebut dan semua pemangku kepentingan akan diajak berkonsultasi, tambah sumber tersebut.

Kementerian perdagangan dan keuangan India serta Niti Aayog tidak segera memberikan komentar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wuling Luncurkan Mobil Listrik Mungil, Harga Rp 80 Jutaan


(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading