Dulu Dianggap Remeh Amerika, China Sekarang Raja Dunia Nomor Satu

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
05 January 2026 17:05
Foto kolase bendera Amerika Serikat dan China. IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: Foto kolase bendera Amerika Serikat dan China. IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen otomotif asal China, BYD, menyalip Tesla sebagai penjual kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terbesar di dunia sepanjang 2025.

Dalam pernyataan, BYD mengungkapkan penjualan mobil listrik berbasis baterai meningkat hampir 28% menjadi 2,26 juta unit. Jumlah tersebut melampaui Tesla, yang pada 2025 mencatatkan pengiriman kendaraan sebanyak 1,64 juta unit.

Keberhasilan BYD ini terasa kontras dengan pandangan CEO Tesla, Elon Musk, lebih dari satu dekade lalu. Pada 2011, Musk sempat meremehkan BYD dalam wawancara Bloomberg TV dengan menyebut perusahaan tersebut bukan pesaing serius dan menilai produknya tidak unggul.

Sementara itu, kinerja Tesla justru menunjukkan tren penurunan. Sepanjang 2025, pengiriman kendaraan Tesla turun sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi penurunan tahunan kedua secara beruntun.

Pada Q4 2025, pengiriman Tesla juga anjlok sekitar 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, demikian dikutip dari CNBC Internasional, Senin (5/1/2026).

Sementara, sepanjang tahun, Tesla menghadapi tekanan berat akibat meningkatnya persaingan, khususnya dari produsen EV China, serta sentimen negatif pasar karena kontroversi pernyataan politik Musk. Kondisi tersebut sempat menyeret saham Tesla turun tajam pada awal 2025.

Meski demikian, saham Tesla kembali bangkit dalam beberapa pekan terakhir. Harga saham perusahaan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$489,88 bulan lalu, setelah Musk mengumumkan uji coba kendaraan tanpa pengemudi di Austin, Texas, tanpa penumpang di dalam kendaraan.

Capaian BYD ini mencerminkan perubahan peta persaingan industri kendaraan listrik global, di mana produsen China semakin menunjukkan dominasinya dihadapi pemain asal Amerika Serikat seperti Tesla.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Teknologi Baru Buatan Jepang Bisa Bikin Mobil Tesla Ngebut Jauh


Most Popular
Features