MARKET DATA

Begini Kronologi BYD Jadi Raja Mobil Listrik Dunia Usai Tendang Tesla

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
03 January 2026 16:30
Foto kolase logo BYD dan Tesla. (REUTERS)
Foto: Foto kolase logo BYD dan Tesla. (REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mobil listrik China tampaknya makin menguasai dunia, di mana dominasinya kini sudah semakin membesar dan dapat mengalahkan mobil listrik Negara Barat.

Salah satunya yakni BYD, produsen mobil listrik China. Pihaknya berhasil menggulingkan rivalnya dari Amerika Serikat (AS), yakni Tesla, sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan tahun kalender.

Pencapaian ini menandai kebangkitan luar biasa bagi BYD, sebuah perusahaan yang pernah diremehkan oleh CEO Tesla, Elon Musk. Dalam wawancara Bloomberg pada 2011, Musk tertawa saat nama BYD disebut dan menyatakan tidak melihat perusahaan itu sebagai pesaing Tesla.

"Saya menilai produk mereka belum istimewa," ujar Musk kala itu.

Dalam pernyataan yang diterbitkan pada Kamis lalu, BYD mengatakan penjualan mobil bertenaga baterainya meningkat hampir 28% menjadi 2,26 juta unit.

Pengiriman Mobil Listrik Tesla Turun Dua Tahun Beruntun

Sementara itu, Tesla mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan 1,64 juta kendaraan pada 2025, sesuai dengan perkiraan yang disusun perusahaan sebesar 1,6 juta pengiriman kendaraan. Angka tahunan tersebut mengalami penurunan 8% dari 2024, penurunan tahunan kedua berturut-turut bagi Tesla.

Pengiriman untuk kuartal IV-2025 sekitar 16%, lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2024, ketika perusahaan kendaraan listrik milik Musk melaporkan 495.570 pengiriman.

Pengiriman merupakan perkiraan terdekat dari penjualan yang dilaporkan oleh Tesla, tetapi tidak didefinisikan secara tepat dalam komunikasi perusahaan kepada pemegang saham.

Tesla menyebut pengiriman Model 3 dan Model Y mencapai 406.585 unit pada kuartal IV-2025, atau sekitar 97% dari total pengiriman. Sementara itu, pengiriman Model S, Model X, dan Cybertruck tercatat 11.642 unit.

Meski sempat mengklaim menerima lebih dari 1 juta reservasi setelah debut desainnya, Cybertruck belum menjadi model terlaris Tesla. Pada 2025, SpaceX dilaporkan membeli Cybertruck senilai puluhan juta dollar AS.

Pangsa Pasar Tesla Menyusut di Eropa

Data European Automobile Manufacturers' Association (ACEA) menunjukkan registrasi Tesla di Eropa turun 39% dalam 11 bulan pertama 2025.

Sebaliknya, registrasi BYD melonjak 240 persen di kawasan tersebut. Kendaraan listrik berbasis baterai menyumbang sekitar 16% dari total penjualan mobil baru di Eropa sepanjang 2025.

Meski menghadapi tekanan operasional, saham Tesla menguat pada paruh kedua 2025. Saham perusahaan melonjak 40% pada kuartal III-2025 dan mencetak rekor penutupan tertinggi di level US$ 489,88 pada pertengahan Desember 2025.

Sementara itu, BYD terus memperkuat posisinya di pasar global setelah menyalip Tesla sebagai penjual mobil listrik terbesar dunia.

Tekanan Persaingan dan Kebijakan Sepanjang 2025

Tesla menghadapi tekanan dari persaingan yang semakin ketat, terutama dari produsen kendaraan listrik China. Penjualan Tesla juga terdampak kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengakhiri insentif kendaraan listrik federal per 30 September 2025, sehingga sebagian penjualan bergeser ke kuartal III-2025.

Awal 2025 juga menjadi periode yang menantang bagi Tesla. Musk menghabiskan kuartal pertama 2025 memimpin inisiatif DOGE untuk memangkas tenaga kerja federal.

Elon Musk juga menuai kontroversi atas dukungannya terhadap partai sayap kanan ekstrem di Jerman serta sejumlah pernyataan politik lainnya.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(chd/wur)



Most Popular