Bye Siaran TV Analog, Ini Keuntungan Migrasi ke TV Digital

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
28 July 2021 07:40
Ilustrasi nonton film lewat (OTT) over the top. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mungkin ada sebagian dari kita yang merasakan saat menonton TV dengan siaran kurang bagus dipenuhi semut. Bahkan tak jarang ada yang mengalami harus menggeser antena agar mendapatkan gambar yang bagus.

Namun pengalaman itu mungkin tidak akan dialami lagi. Sebab pemerintah mencanangkan migrasi ke siaran digital atau Analog Switch Off paling lambat pada 2 November 2022 mendatang.

Ada banyak keuntungan dari mematikan siaran analog ini. Pada Juni lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebutkan salah satunya bisa memberikan penghematan dan penggunaan pita frekuensi 700 MHz.


"Implementasi sistem penyiaran digital akan menghasilkan efisiensi spektrum radio pada pita frekuensi 700 MHz atau umumnya dikenal sebagai digital dividend. Kita semua telah ketahui yang saat ini (pita frekuensi 700 MHz) seluruhnya digunakan hanya untuk siaran televisi analog," ujarnya, dikutip Rabu (28/7/2021).

Sebagai informasi, saat siaran analog bermigrasi terdapat digital dividen sebesar 112 Mhz. Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo Ahmad Ramli mengatakan dengan peralihan itu akan ada penghematan frekuensi dan bisa digunakan untuk internet.

"Sehingga kalau penyiaran analog beralih ke digital akan dihemat sejumlah frekuensi yang kita namakan digital dividen. Itu bisa digunakan untuk kepentingan internet," kata Ramli Webinar Sosialisasi TV Digital 2021 minggu lalu.

Menurut Ramli, ASO akan mengadakan internet cepat dan pemerataan internet di Indonesia. Saat program dijalankan, selain melakukan migrasi dari siaran analog juga melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Ramli mengatakan dengan adanya migrasi ke TV digital maka akan membuat gambar siaran yang lebih bersih, canggih hingga berkualitas.

Selain itu Johnny yang mengutip data dari Boston Consultant Group Tahun 2017, mengatakan ada estimasi multiplier effect dengan mengalihkan digital dividen pada keperluan komunikasi seluler pita lebar sangat besar.

Dia menyebutkan lima tahun ke depan, diharapkan ada kenaikan PDB sebesar Rp 443 triliun, pajak Rp 77 triliun, dan menciptakan 230 ribu lapangan pekerjaan baru serta 181 ribu unit usaha baru.

"Dalam lima tahun ke depan diharapkan akan berdampak pada PDB kita, menghasilkan kenaikan PDB sekitar Rp 443 triliun, pajak sekitar Rp 77 triliun, serta yang tak kalah penting adalah penciptaan lebih dari 230.000 lapangan pekerjaan baru dan 181 ribu unit usaha baru," jelasnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya >>>>

Migrasi ke Digital Dinilai Terlambat
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading