Internasional

Perang Tech Lawan AS, Xi Jinping Keluarkan Jurus Terbaru!

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 June 2021 11:50
Chinese President Xi Jinping waves from a vehicle as he reviews the troops at a military parade marking the 70th founding anniversary of People's Republic of China, on its National Day in Beijing, China October 1, 2019.  REUTERS/Thomas Peter     TPX IMAGES OF THE DAY

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden China Xi Jinping telah menunjuk Wakil Perdana Menteri Liu He untuk memimpin 'perang' teknologi melawan Amerika Serikat (AS).

Melansir Reuters, menurut sumber yang ditulis Bloomberg, Liu He akan memimpin pengembangan teknologi negara itu ke depan termasuk produksi chip generasi ketiga untuk mengatasi sanksi Washington.


Liu disebut akan mengawasi proyek untuk mencari terobosan dalam pembuatan chip tradisional. Sekitar dana US$ 1 triliun sekitar Rp 14.000 triliun telah dianggarkan untuk pengembangan teknologi.

Chinese Vice Premier Liu He leaves the office of the U.S. Trade Representative in Washington, U.S., May 9, 2019. REUTERS/James Lawler DugganFoto: Wakil Perdana Menteri China Liu He meninggalkan kantor Perwakilan Dagang AS di Washington, AS, (9/5/2019). (REUTERS / James Lawler Duggan)
Chinese Vice Premier Liu He leaves the office of the U.S. Trade Representative in Washington, U.S., May 9, 2019. REUTERS/James Lawler Duggan

Namun sayangnya belum ada konfirmasi resmi dari China. Tapi Liu memang merupakan orang kepercayaan Xi Jinping yang juga menjadi kepala negosiator dalam pembicaraan perdagangan China dan AS saat Donald Trump masih menjadi presiden Paman Sam.

"China adalah pengguna chip terbesar di dunia, jadi keamanan rantai pasokan adalah prioritas utama," kata Kepala Analis dari perusahaan riset bernama ICwise, Gu Wenjun.

"Tidak mungkin bagi negara manapun untuk mengendalikan seluruh rantai pasokan, namun upaya suatu negara jelas lebih kuat daripada satu perusahaan.

Penunjukkan ini menjadi bukti pentingnya chip bagi Beijing. China tak hanya bersaing dengan AS, tapi juga Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Sebelumnya, Senat AS meloloskan paket undang-undang yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Negeri Paman Sam untuk bersaing dengan teknologi China, Selasa (8/6/2021).Dalam paket RUU itu, juga disetujui anggaran pengembangan teknologi sebesar US$ 190 miliar atau setara Rp 2.700 triliun.

Secara terpisah, Senat juga akan menyetujui dana sebesar US$54 miliar untuk meningkatkan produksi dan penelitian AS soal semikonduktor dan peralatan telekomunikasi. Termasuk US$2 miliar yang didedikasikan untuk chip yang digunakan oleh pembuat mobil yang telah terlihat besar.

"Ketika semua dikatakan dan dilakukan, RUU itu akan ditetapkan sebagai salah satu hal terpenting yang telah dilakukan kamar ini dalam waktu yang sangat lama," kata Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer di lantai Senat menjelang pemungutan suara.

"Siapa pun yang memenangkan perlombaan menuju teknologi masa depan akan menjadi pemimpin ekonomi global dengan konsekuensi besar bagi kebijakan luar negeri dan juga keamanan nasional."

Aturan ini disahkan setelah sebelumnya Biden menerapkan daftar hitam yang akan menjerat perusahaan yang berhubungan dalam pengembangan teknologi Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). China langsung menyampaikan klaim keberatan yang menyebut AS mengada-ngada.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading