Covid-19 DKI Ngeri, Kelurahan ini Terbanyak Kasus Aktifnya

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
15 June 2021 11:10
Petugas medis menunjukkan surat tugas yang membawa pasien Covid-19 menuju Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Selasa (8/6/2021). Pemerintah memerbarui data kasus Covid-19 di RI. Hari ini pemerintahmelaporkan tambahan kasus Covid 6.294, kasus sembuh covid 5.85 dan 189 kasus meninggal akibat covid. Penambahan kasus baru ini disampikan oleh satgas Covid-19 pada Selasa(8/6/2021). Pantauan CNBC Indonesia dilokasi mobil ambulans hilir mudik datang dan pergi. Kisaran waktu 15 menit datang satu mobil ambulans dan satu mobil sekolah yang membawa pasien Covid-19. Dilokasi salah satu pengemudi ambulans Wisma Atlet juga tampak kelelahan dan beristirahat di bangku supir bus. Salah satu keluarga juga datang menggunakan sepeda motor untuk di isolasi mandiri di Wisma Atlet. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi infeksi Covid-19 di Jakarta sangat mengkhawatirkan. Dalam sepekan terakhir terjadi peningkatan di atas 1.500 kasus positif Covid-19 di ibu kota. Hal ini ditengarai karena berkurangnya kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan data terbaru dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 14 Juni 2021 pukul 10.00 WIB, ada 1.652 kasus baru positif Covid-19 di Jakarta. Total kasus positif aktif Covid-19 menjadi 19.096 kasus. Sebanyak 7.856 pasien masih dirawat dan 11.240 memilih melakukan isolasi mandiri (isoman).

Pemprov DKI Jakarta pun mencatat dari 267 kelurahan di Jakarta sebanyak 264 kelurahan dengan kasus positif aktif. Berikut daftar Kelurahan yang memiliki kasus positif aktif terbanyak di Jakarta:


  1. 300 KAPUK
  2. 212 CENGKARENG TIMUR
  3. 191 LUBANG BUAYA
  4. 180 KEBON JERUK
  5. 165 DURI KOSAMBI
  6. 158 PALMERAH
  7. 157 JAGAKARSA
  8. 155 PADEMANGAN TIMUR
  9. 155 PEJAGALAN
  10. 149 SRENGSENG
  11. 147 PONDOK PINANG
  12. 140 PONDOK KELAPA
  13. 140 UTAN KAYU SELATAN
  14. 139 PENJARINGAN
  15. 137 PENGGILINGAN
  16. 132 SUNTER JAYA
  17. 130 TEGAL ALUR
  18. 128 KELAPA DUA WETAN
  19. 128 PEGADUNGAN
  20. 122 CIRACAS
  21. 120 SEMPER BARAT
  22. 118 CENGKARENG BARAT
  23. 117 BAMBU APUS
  24. 114 CIGANJUR
  25. 114 SUNTER AGUNG

Anies Perpanjang PPKM Mikro

Untuk mengantisipasi lonjakan infeksi Covid-19 yang lebih tinggi di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 28 Juni 2021. Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 759 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Nomor 39 Tahun 2021.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, kondisi pandemi di Ibu Kota menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, karena peningkatan terjadi terus-menerus dan signifikan, terutama pascalibur lebaran. Pada tanggal 31 Mei 2021 saja atau tepatnya saat perpanjangan PPKM mikro sebelumnya, kasus aktif di Jakarta sudah menunjukkan angka 10.658 dengan positivity rate 7,6% dari hasil tes PCR.

"Selama dua minggu ini, kenaikannya konstan dan cenderung mengalami lonjakan hingga per 14 Juni 2021 kasus aktif di Jakarta mencapai angka 19.096 atau naik 9.000-an kasus. Bahkan, beberapa hari ini pertambahan kasusnya mencapai 2.000, 2.300, 2.400, dan 2.700 dengan kenaikan positivity rate yang juga signifikan di angka 17,9%," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Menurut Widyastuti, ada hal lain yang juga tak kalah mengkhawatirkan, yakni varian baru mutasi virus Sars-Cov-2 atau Covid-19, yakni varian yang berasal dari luar negeri, di mana transmisi virus ini sudah ada di Jakarta. Widyastuti memaparkan, ada beberapa varian yang harus diwaspadai, terutama varian Delta B1617.2 yang sudah bertransmisi di Jakarta.

"Varian baru ini cukup merepotkan karena mereka memiliki kemampuan tersendiri untuk menginfeksi kita, seperti kita ambil contoh varian Delta B1617.2 yang amat mudah menyebar dan varian Beta B1351 yang amat mudah membuat gejala menjadi berat atau lebih mematikan. Meskipun menurut penelitian terakhir, seluruh varian masih dapat diantisipasi dengan vaksin, tetapi ini benar-benar harus kita waspadai bersama," papar Widyastuti.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kasus Aktif Covid RI Tertinggi di Asia & Penanganan nan Buruk


(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading