Dunia Bersiap Masuk Era 5G, China Malah Mulai Kuasai 6G

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
02 June 2021 06:54
Wisatawan memadati taman wisata kota terlarang di Beijing. (AP/Andy Wong)

Jakarta, CNBC Indonesia - China baru-baru ini melakukan klaim mengejutkan. Negara itu mengatakan sebagai pemimpin dunia dalam jaringan penerus 5G yaitu 6G.

Pengumuman itu dilakukan oleh China National Intellectual Property Administration (CNIPA) berdasarkan laporan Telecoms. Ini cukup mengejutkan sebab 5G baru beberapa tahun mulai masuk secara komersial di sejumlah negara, tak terkecuali di Indonesia.

Dalam laporan CNIPA, China membuat banyak paten soal 6G. Dari total 38 ribu paten dunia, 35% diantaranya berasal dari perusahaan China atau 13.449 paten berisi konsep dan gagasan mengenai generasi ke-6 itu, dikutip dari The Sun, Rabu (2/6/2021).


Jumlah paten asal China itu jauh dari peringkat kedua yakni Amerika Serikat. Dari total seluruh paten, 18% nya berasal dari negara Paman Sam itu.

Sementara itu, pengembangan 6G juga dilakukan di Uni Eropa. Wilayah tersebut melakukan bersama-sama agar tidak hanya satu negara saja yang akan mendapatkan keuntungan besar nantinya.

Soal kecepatan, 6G akan membawa 100 kali kecepatan daripada yang dihadirkan 5G. Hebatnya, 6G juga dapat mencakup bawah air hingga luar angkasa.

Dengan 5G, pengalaman untuk mengunduh film juga meningkat sehingga bisa diselesaikan hanya hitungan detik serta digunakan untuk mobil self-driving. Saat 6G sudah hadir, diperkirakan bisa membawa industri untuk level selanjutnya.

Selain itu militer dunia juga akan mendapat dukungan dengan hadirnya 6G yakni melalui teknologi berkecepatan tinggi. Kecerdasan buatan pun diharapkan bisa memainkan peran besar nantinya.

AI dalam era 6G nampaknya juga jadi fokus China. Sebab dalam jumlah paten itu, 75% nya mengenai teknologi kecerdasan buatan.

Selain mengklaim memimpin dalam 6G, CNIPA juga mengingatkan China dapat memanfaatkan keunggulan teknologi 5G. Dengan begitu negara tersebut dapat terus berada di bagian depan.

Selain itu CNIPA juga mengatakan China perlu bekerja keras dengan perusahaan Jepang. Lembaga itu beralasan supaya dapat mengurangi ketergantungan teknologi Amerika serta Eropa.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading