Duh! SpaceX Elon Musk Dikhawatirkan Monopoli Luar Angkasa

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
28 May 2021 16:07
liburan ke luar angkasa

Jakarta, CNBC Indonesia - Peluncuran ribuan satelit Starlink milik SpaceX di orbit rendah Bumi ternyata mendapat kritikan. Mulai dari resiko tabrakan hingga monopoli.

Proyek Starlink dari SpaceX akan menyediakan layanan internet broadband dari luar angkasa. Satelit itu akan ditempatkan pada orbit yang jauh lebih rendah dari sebelumnya, keputusan ini jelas membuat marah perusahaan lainnya termasuk Amazon.

Para pesaingnya menilai dengan orbit lebih rendah meningkatkan resiko tabrakan di antariksa. Serta juga dapat meningkatkan gangguan radio, dikutip AFP, Jumat (28/5/2021).


"Kami ingin ruang angkasa tetap dapat diakses untuk aktivitas manusia. Namun kami menolak ruang Wild West (tanpa aturan), ini jadi tanggung jawab kami untuk memastikan orbit rendah (kurang dari 1000 kilometer) di atas Bumi bisa berkelanjutan," kata kepala persaingan ArianeSpace, Stephane Israel, dalam konferensi yang disponsoriĀ PBB di Jenewa mengenai tujuan pembangunan antariksa yang berkelanjutan.

Selama beberapa tahun terakhir, juga telah terjadi tabrakan. Dua diantaranya bahkan melibatkan satelit Starlink.

Menurutnya dengan cepat akan ada skenario bencana yang bisa membuat orbit menjadi tidak praktis. Dia menjelaskan dari tahun 1957, telah ada 9.000 satelit yang dikirimkan ke ruang angkasa. Namun 1.677 atau 35% diantaranya milik perusahaan Elon Musk itu.

"Dan jika kamu memasukkan satelit lebih dari 50 kilogram, itu lebih dari 50%," kata Stephane Israel.

Namun SpaceX tidak akan berhenti. Menurut otoritas setempat, perusahaan telah meminta izin untuk menerbangkan hingga 42 ribu satelit.

Ini jelas memberi tekanan pada sejumlah rival SpaceX, misalnya ArianeSpace, SafranĀ (perusahaan patungan Airbus dan multinasional Perancis). Perusahaan itu harus meningkatkan daya saingannya untuk peluncuran.

Terakhir menurutnya, sebagai perusahaan pertama yang mendirikan jaringan satelit itu, SpaceX menimbulkan resiko monopoli de-facto.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mau Hadiah Duit Rp 1,4 T dari Elon Musk? Ini Syaratnya


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading