Dituding Mau 'Monopoli' Luar Angkasa, Ini Respons Elon Musk

Tech - Tim, CNBC Indonesia
03 January 2022 11:10
FILE PHOTO: Tesla Motors CEO Elon Musk speaks during the National Governors Association Summer Meeting in Providence, Rhode Island, U.S., July 15, 2017. REUTERS/Brian Snyder/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri SpaceX Elon Musk menampik klaim yang menyebut perusahaannya mencoba memonopoli luar angkasa. Ia menolak tudingan proyek satelit Starlink memakan terlalu banyak ruang di luar angkasa.

Komentar ini muncul setelah adanya tudingan dari Badan Antariksa Eropa (ESA) bahwa Elon Musk "membuat aturan" untuk industri luar angkasa komersial yang sedang berkembang.

Menurut Elon Musk "Puluhan miliar" satelit dapat ditampung di orbit dekat Bumi. "Ruang akasa sangat besar, dan satelit sangat kecil," ungkap Elon Musk dalam wawancara dengan Financial Times, dan dihimpun dari BBC, Senin (3/1/2022).


Elon Musk juga menolak tudingan bahwa proyek Starlink Internet Services-nya secara efektif menghalangi masuknya pesaing ke industri satelit.

"Ini bukan situasi di mana kami secara efektif memblokir orang lain dengan cara apa pun. Kami tidak memblokir siapa pun untuk melakukan apa pun, kami juga tidak mengharapkannya," katanya.

"Beberapa ribu satelit bukanlah apa-apa. Ini seperti, beberapa ribu mobil di Bumi, bukan apa-apa," tambahnya.

Sebelumnya, Josef Aschbacher, direktur jenderal ESA, memperingatkan bahwa ribuan satelit komunikasi yang diluncurkan oleh Starlink akan membuat ruang bagi pesaing menjadi jauh lebih sedikit.

Pakar lain mengatakan bahwa jarak yang jauh lebih besar diperlukan antara pesawat ruang angkasa untuk menghindari tabrakan. Para ilmuwan sebelumnya juga menyuarakan keprihatinan tentang risiko tabrakan di ruang angkasa dan meminta pemerintah dunia untuk berbagi informasi tentang perkiraan 30.000 satelit dan puing-puing ruang angkasa lainnya yang mengorbit Bumi.

Elon Musk mendapat banyak perhatian minggu ini ketika dia menghadapi kritikan di media sosial setelah China mengeluh bahwa stasiun luar angkasanya terpaksa menghindari tabrakan dengan satelit yang diluncurkan oleh proyek Starlink-nya.

Beijing mengklaim insiden tersebut terjadi dua kali dalam tahun 2021. Pada 1 Juli dan 21 Oktober, menurut dokumen yang diserahkan oleh China bulan ini ke Kantor Urusan Luar Angkasa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Untuk alasan keamanan, Stasiun Luar Angkasa China menerapkan kontrol pencegahan tabrakan," kata Beijing dalam dokumen yang dipublikasikan di situs web badan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Elon Musk: Manusia Berangkat ke Mars 5 Tahun Lagi


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading