Jokowi Sebut Vaksin Covid Jadi Rebutan Dunia, Ini Saran Ahli

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 May 2021 14:25
foto/ Peninjauan Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong untuk Pekerja, Kabupaten Bekasi, 18 Mei 2021/Youtube: Setpres

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat meninjau vaksinasi Covid-19 Gotong Royong, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hampir seluruh negara berebut untuk mendapatkan vaksin. Ahli molekular, Ahmad Rusdan Handoyo mengatakan sebenarnya jangan hanya bergantung pada vaksin saja.

Menurutnya harus ada perkuatan untuk 5M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi. Selain itu juga memperkuat 3T, terutama kata Ahmad adalah soal kontak telusur.

Selain menjaga 3T dan 5M, Ahmad juga menekankan untuk memperbaiki ventilasi yang ada di perkantoran.


"Maka kita perkuat 5M dan 3T (terutama T kedua yaitu kontak telusur), perbaiki ventilasi indoor perkantoran, hindari kerumunan," kata Ahmad kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/5/2021).

Dia menambahkan jangan hanya bergantung dengan vaksin saja. "Jangan hanya tergantung vaksin," ujarnya.

Sebelumnya Jokowi mengatakan jika vaksin jadi rebutan 215 negara di dunia. Dia mengatakan pengadaan vaksin tidak mudah saat ini.

Jokowi mencontohkan pengadaan vaksin pada program vaksin Gotong Royong yang belum sesuai harapan. Seharusnya program ini, Indonesia mendapatkan 30 juta dosis.

"Vaksin Gotong Royong dari komitmen yang harusnya kita dapatkan 30 juta, hari ini baru didapatkan 420 ribu. Jadi bapak ibu dan saudara sekalian beruntung hari ini sudah mendapatkan vaksin pertama," kata Jokowi.

Dia melanjutkan menginginkan pelaksanaan vaksinasi untu segera dilakukan. Dengan begitu target vaksinasi seluruh masyarakat bisa tercapai dan kekebalan komunal dapat dipenuhi.

"Yaitu 181,5 juta penduduk yang kita vaksin dan kita harapkan target itu bisa," kata Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading