Ini Efek Samping Vaksin AstraZeneca di RI

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 May 2021 16:40
Pemerintah Catat 2 Orang Meninggal Usai Disuntik Vaksin Astrazeneca

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah orang penerima vaksin AstraZeneca ternyata mengalami efek samping. Sejauh ini Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI dari penerima vaksin itu terbagi dari ringan hingga fatal dan serius.

"KIPI ringan 180-an, fatal dan serius dua kasus kematian," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam program Profit CNBC Indonesia, Senin (17/5/2021).

Dia menjelaskan data kematian berasal dari surat permintaan Badan POM. Kedua kasus itu berada di DKI Jakarta.


Hingga saat ini masih diteliti lebih lanjut laporan tersebut, apakah ada hubungan kematian dengan vaksinasi yang diterima. Dia menjelaskan ada sejumlah prosedur mencari penyebab kematian termasuk otopsi dan mempelajari riwayat penyakit orang tersebut.

Siti Nadia menjelaskan jika vaksin apapun termasuk AstraZeneca sudah lolos uji klinis tahap III, serta mendapatkan izin darurat baik dari BPOM dan WHO. Ini artinya vaksin aman untuk digunakan.

Namun tiap individu memiliki respon berbeda saat diberikan vaksinasi pada tubuh seseorang. Ada yang mengalami demam, sakit kepala hingga menggigil.

"Tingkat reaksi berbeda, ada yang demam ringan ada yang 37,5 derajat bahkan menjadi menggigil," ungkapnya.

Dia menuturkan jika mendapati tubuh yang bereaksi seperti itu, bisa dilakukan pertolongan pertama. Yaitu dengan meminum obat penurun panas, anti pusing atau anti mual dan muntah sesuai dengan gejala yang dialami.

Efek samping ini menurutnya juga dialami pada orang yang mendapatkan suntikan vaksin saat berusia muda. Vaksinasi itu akan menimbulkan efek samping seperti demam dan meminum penurun panas untuk menghilangkannya.

Namun untuk sejumlah orang, termasuk yang sedang dilakukan investigasi soal kemungkinan hubungan kematian dengan penyuntikan vaksin.

"Tapi pada beberapa orang dan salah satu nya yang kita lakukan investigasi ini apakah ada kemungkinan kematian tersebut berhubungan dengan penyuntikan vaksinasi," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading