Vaksin Gotong Royong: Jadwal, Harga & Vaksin yang Dipakai

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 May 2021 14:54
FILE - In this Dec. 25, 2020, file photo, released by Xinhua News Agency, packages of COVID-19 inactivated vaccine products are seen at a production plant of the Beijing Biological Products Institute Co., Ltd, a unit of state-owned Sinopharm in Beijing. China has given conditional approval to a coronavirus vaccine developed by state-owned Sinopharm. The vaccine is the first one approved for general use in China.(Zhang Yuwei/Xinhua via AP, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia bersiap menggelar program vaksinasi mandiri atau yang dikenal dengan nama Vaksinasi Gotong Royong. Program ini memperbolehkan pihak swasta ikut melakukan penyuntikan vaksin Covid-19.

Pihak yang ikut dalam program ini adalah karyawan bahkan keluarga mereka. Penerima vaksin tidak akan keluar biaya apapun, sementara pihak perusahaan lah yang melakukan pembayaran vaksin tersebut.

Selain itu Vaksin Gotong Royong memiliki perbedaan dengan vaksinasi dari program pemerintah. Perbedaannya terletak dari jenis vaksin dan juga lokasinya.


Berikut 4 fakta soal program Vaksin Gotong Royong, dirangkum CNBC Indonesia, Selasa (11/5/2021).

Vaksin yang digunakan

Vaksin Gotong Royong tidak boleh menggunakan jenis vaksin yang sama dengan program pemerintah. Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI beberapa waktu lalu, direncanakan akan ada empat jenis yang digunakan yaitu Sinopharm, Moderna, Sputnik dan Novavax.

Namun sejauh ini yang telah ada kejelasan adalah Sinopharm dan Moderna. Masing-masing perusahaan menjanjikan 15 juta dosis dan 5,2 juta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan total kontrak dengan Sinopharm sebanyak 7,5 juta vaksin dan akan dipenuhi hingga September 2021.

Selain itu juga sedang dipesan vaksin dari CanSino dengan jumlah 5 juta dosis.

Lokasi Vaksinasi

Selain tidak boleh menggunakan vaksin yang sama, Vaksin Gotong Royong juga tidak boleh menggunakan fasilitas kesehatan yang sama dengan program pemerintah. Menurut Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir dalam RDP Komisi IX DPR RI beberapa waktu lalu, sudah disiapkan sejumlah fasilitas layanan kesehatan.

Jumlahnya ada 806 fasilitas layanan kesehatan, terdiri dari 65 milik Bio Farma dan BUMN 504 layanan kesehatan dan 237 milik swasta. Vaksinasi disebut akanĀ dimulai pada minggu ketiga Mei 2021.

Jumlah Penerima

Berdasarkan data Kamar Dagang Indonesia atau Kadin, pada bulan Februari hingga Maret 2021 ada 17.832 perusahaan yang akan ikut. Jumlah Penerima nya mencapai 8,6 juta peserta.

Harga

Untuk harganya, totalnya adalah Rp500 ribu per dosis atau dua dosis menjadi Rp1 juta. Airlangga menjelaskan rincian harga tersebut.

Harga vaksinnya adalah Rp375 ribu perdosis. Sementara untuk distribusi dan penyuntikan adalah Rp125 ribu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Biar Paham! Ini 5 Fakta Vaksinasi Mandiri Buat Lawan Covid-19


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading