Warga India Pakai Kotoran Sapi Tangkal Covid-19, Efektifkah?

Tech - Roy, CNBC Indonesia
11 May 2021 11:35
FILE - In this April 24, 2021, file photo, a COVID-19 patient sits inside a car and breathes with the help of oxygen provided by a Gurdwara, a Sikh house of worship, in New Delhi, India. India crossed a grim milestone Wednesday, April 28, 2021 of 200,000 people lost to the coronavirus as a devastating surge of new infections tears through dense cities and rural areas alike and overwhelms health care systems on the brink of collapse. (AP Photo/Altaf Qadri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dokter di India memperingatkan praktik menggunakan kotoran sapi sebagai senjata menangkal Covid-19 tidak memiliki bukti ilmiah. Bahkan praktik ini berisiko menyebarkan penyakit lain.

"Tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urin bekerja meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19, itu sepenuhnya didasarkan pada keyakinan," ujar Dr JA Jayalal, President Indian Medical Association, seperti dikutip dari Reuters, Senin (11/5/2021).

"Ada risiko kesehatan yang muncul jika warga mengolesi [tubuh dengan kotoran sapi] atau mengkonsumsi [urin sapi]. Penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia."


Saat ini India sedang menghadapi lonjakan infeksi Covid-19. Terdapat 22,66 juta kasus positif Covid-19 dan 264.116 kasus meninggal. Lonjakan kasus ini membuat tekanan pada fasilitas kesehatan karena banyak pasien yang tak ditangani dengan baik karena rumah sakit penuh.

Belum lagi India krisis oksigen akibat tingginya lonjakan kasus yang tak diikuti dengan ketersediaan pasokan oksigen. Hal yang sama juga terjadi pada obat-obatan Covid-19.

Bagi warga India percaya sapi merupakan simbol suci kehidupan dan Bumi dan selama beradab-abad mereka menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah mereka dan untuk ritual doa, karena dipercaya memiliki khasiat terapeutik dan antiseptik.

Selama pandemi Covid-19 muncul kebiasaan baru dengan melumuri tubuh mereka dengan kotoran sapi. Di negaa bagian Gujarat di India barat beberapa orang yang percaya dengan praktik ini pergi ke tempat penampungan sapi seminggu sekali.

Saat peserta menunggu kotoran dan campuran urin di tubuh mereka mengering, mereka memeluk atau menghormati sapi di tempat penampungan, dan berlatih yoga untuk meningkatkan tingkat energi. Bungkusnya kemudian dicuci dengan susu atau buttermilk. Harapannya kotoran sapi dan urin sapi meningkatkan kekebalan tubuh atau membantu memulihkan mereka dari Covid-19.

"Kami melihat ... bahkan dokter datang ke sini. Keyakinan mereka adalah bahwa terapi ini meningkatkan kekebalan mereka dan mereka dapat pergi dan merawat pasien tanpa rasa takut," kata Gautam Manilal Borisa, seorang manajer di sebuah perusahaan farmasi.

Sejak itu ia menjadi anggota tetap Shree Swaminarayan Gurukul Vishwavidya Pratishthanam, sebuah sekolah yang dijalankan oleh pendeta Hindu yang terletak tepat di seberang jalan dari markas besar Zydus Cadila India, yang sedang mengembangkan vaksin COVID-19 sendiri.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading