Kanada Laporkan Kematian Kedua Terkait Vaksin AstraZeneca

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
05 May 2021 19:35
Vaksin AstraZeneca. (AP/Christophe Ena)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kejadian pembekuan darah pada penerima vaksin AstraZeneca kembali terjadi. Kali ini terjadi di Provinsi Alberta, Kanada yang melaporkan kematian akibat kejadian tersebut.

Kasus tersebut terjadi pda wanita 50 tahun menjadi kejadian kedua pembekuan darah dan satu-satunya kematian di Alberta. Sejauh ini wilayah tersebut telah memberikan 253 ribu dosis AstraZeneca.

"Meskipun dengan kematian tragis, penting untuk mengingat resiko kematian akibat Covid-19 lebih besar dari resiko setelah menerima vaksin AstraZeneca," kata kepala petugas medis kesehatan Alberta, Deena Hinshaw dikutip dari Reuters, Rabu (5/5/2021).


AstraZeneca belum menanggapi permintaan untuk berkomentar dari Reuters.

Sebelumnya wilayah lain Quebec telah melaporkan kasus kematian pertama penerima vaksin AstraZeneca pada bulan lalu. Laporan Reuters menyebutkan Kanada memiliki kasus terkonfirmasi 1.243.242. Dari jumlah tersebut kasus kematian 24.342 orang.

Vaksin AstraZeneca ditemukan di beberapa negara berdampak adanya pembekuan darah. Bahkan sampai menghentikan penggunaan AstraZeneca.

Negara pertama yang menghentikan penggunaan adalah Denmark. Negara itu melaporkan dua kasus efek samping pada Maret 2021.

Tanggal 16 Maret 2021, Swedia menjadi negara berikutnya yang menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca. Di sana ditemukan 10 kasus pembukaan darah dan satu kasus tingkat trombosit rendah.

Namun pada akhirnya Swedia kembali menggunakan AstraZeneca. Tapi penggunaanya hanya untuk di atas 65 tahun saja.

Di waktu yang sama, Norwegia juga melakukan penangguhan karena hal yang sama. Negara tersebut melaporkan tiga kasus pembekuan darah dan juga pendarahan serta penurunan jumlah trombosit.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading