Perbedaan Vaksin Sinovac dengan AstraZeneca

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
05 May 2021 13:50
Vaksinasi pelaku usaha di Thamrin City. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Vaksinasi pelaku usaha di Thamrin City. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menyediakan beragam jenis vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi dalam negeri. Dua diantaranya dan telah digunakan adalah Sinovac serta AstraZeneca.

Sinovac sendiri digunakan sejak program vaksinasi digelar pada Januari lalu. Sementara itu, pasokan AstraZeneca baru datang beberapa waktu lalu dan telah digunakan juga di Indonesia.

Namun kedua vaksin ini memiliki sejumlah perbedaan. Mulai dari angka efikasi hingga efek samping yang mungkin diterima oleh para masyarakat.


Lalu apa saja perbedannya? Berikut 4 perbedaan vaksin Sinovac dan AstraZeneca, dirangkum CNBC Indonesia dari berbagai sumber, Rabu (5/5/2021).

Efikasi

Saat diberikan emergency use authorization (EUA), Badan POM mengumumkan efikasi Sinovac berdasarkan uji klinis fase III Kota Bandung sebesar 65,3%. Angka itu cukup rendah dari yang ditemukan di Turki dan Brasil yakni 91,25% dan 78%.

Sementara itu sejak Februari AstraZeneca juga sudah mengantongi EUA dari Badan POM. Efikasinya sebesar 62,1%.

Namun dari tingkat efikasi tersebut sebenarnya masih dalam batas aman. Sebab WHO memberikan batas efikasi vaksin minimal 50%.

Teknologi Vaksin

AstraZeneca menggunakan platform vektor adenovirus. Yakni dikembangkan dari virus yang biasanya menginfeksi simpnase dan dimodifikasi secara genetik. Virus akan membawa sebagian materi virus yakni protein spike.

Untuk Sinovac menggunakan inactivated virus. Yakni virus utuh yang telah dimatikan, diklaim paling teruji karena telah digunakan dalam pengembangan vaksin lain seperti polio dan flu.

Jeda Suntikan

Penggunaan vaksin Sinovac dibedakan secara umurnya. Untuk usia 18-59 tahun vaksin disuntikan dua dosis dengan jeda 14 hari, sedangkan masyarakat berusia di atas 60 tahun diberikan 28 hari antara suntikan pertama dan kedua.

Sementara itu, jarak suntikan AstraZeneca pertama dan kedua jauh lebih lama dibandingkan Sinovac yakni 12 minggu.

Efek Samping

Dari hasil uji klinis di Bandung, ditemukan efek samping dari vaksin Sinovac adalah ringan hingga sedang. Efek samping lokal umum seperti nyeri, iritasi, kemerahan dan pembengkakan.

Sementara itu untuk efek samping sistemik adalah nyeri otot, kelelahan dan demam.

Sedangkan AstraZeneca dikatakan oleh Kepala Badan POM, Penny Lukito beberapa waktu lalu memiliki efek samping ringan dan sedang. Paling sering laporan adalah reaksi lokal nyeri saat ditekan, nyeri, kemerahan, gatal dan pembengkakan.

Namun sejumlah laporan juga menyebutkan adanya pembekuan darah pada para penerima vaksin AstraZeneca di sejumlah negara. Ini sempat membuat beberapa negara melakukan penundaan penggunaan untuk vaksin AstraZeneca.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading