Mau Investasi di Bitcoin & Dogecoin Cs? Pahami Ini Dulu

Tech - NPB, CNBC Indonesia
05 May 2021 16:55
Infografis/Jangan Asal Beli, kenali Dulu 3 Mata Uang Kripto yang sedang Booming/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada sejumlah tips bagi kamu yang baru mau masuk dunia cryptocurrency (uang kripto) seperti Bitcoin dan Dogecoin. Salah satunya, industri ini diperuntukkan bagi orang yang kuat.

"Crypto bukan untuk orang yang lemah," kata Profesor Columbia Business School dan Direktur Eksekutif Columbia Fintech Initiative, R.A Farrokhnia.

Bagi investor yang tertarik berinvestasi, dia menyarankan untuk dapat mengambil pendekatan yang cermat dan disiplin.


Ada juga tips lain mulai dari pemahaman aset kripto yang ingin diinvestasikan hingga.resiko untuk berinvestasi. Bagi kamu yang tertarik, berikut 4 tips sebelum mulai berinvestasi di kripto, dikutip dari laman CNN International, Rabu (5/5/2021).

Cryptocurrency Mana yang Harus Dibeli?

Ada beberapa token digital dan proyek terkait kripto yang bisa diinvestasikan. Kemungkinan juga akan bermunculan lebih banyak lagi jenisnya di masa depan karena daya tarik gerakan keuangan terdesentralisasi atau (DeFi).

"Banyak mata uang digital dengan kasus penggunaan dan anda harus mengerti proporsi mulai dari potensi investasi sebelum melakukan modal," kata CEO Grayscal Investments, Michael Sonnenshein.

Bagi investor kripto pemula, dapat dimulai dengan yang lebih besar dan mapan. Seperti Bitcoin atau ethereum, walau masih ada fluktuasi, kerangka peraturan keduanya cukup jelas meminimalisir resiko di masa depan.

Farrokhnia mengatakan Bitcoin adalah kripto paling likuid. Dengan begitu harusnya memudahkan investor membeli dan menjual dibandingkan dengan jenis lain yang lebih kecil.

Bagaimana Membelinya?

Pastikan untuk melakukannya dalam tempat pertukaran yang terkenal dan teregulasi untuk membeli dan berinvestasi kripto.

Dompet digital yang memungkinkan seseorang memilikinya tanpa ada perantara sering dikaitkan dengan kripto. Selain itu juga dianggap sebagai keuntungan dalam ruang keuangan yang terdesentralisasi.

Namun dompet 'non-penahanan' juga memiliki resiko keamanan cukup unik. Yakni ada kemungkinan kehilangan password atau akses pada dana dengan tidak ada harapan mendapatkannya kembali.

"Dengan Bitcoin saat ada di bursa, Anda cukup aman. Hingga Anda terbiasa dengan teknologinya, saya tidak merekomendasikan menyimpan di dompet sendiri," kata CEO Group Panxora, Gavin Smith.

Untuk waktu berinvestasi, sejumlah ahli menyarankan tidak mencoba mengatur waktu pasar atau membeli token tertentu karena internet sedang membicarakannya.

Banyak yang merekomendasikan dengan taktik dollar cost averaging, yakni membeli dalam jumlah kecil secara berkala dalam periode waktu tertentu.

Seberapa besar resikonya?

Cryptocurrency sangat beresiko dibandingkan dengan kebanyakan aset lain. Farroknia mengatakan untuk rata-rata investor dengan tabungan ribuan dolar mungkin cryptocurrency bukan isntrumen yang terbaik menginvestasikan uangnya.

Cryptocurrency tidak dipatok pada sesuatu aset yang spesifik dan tidak dapat diamati. Ini juga menyulitkan memahami bahkan memprediksi nilai koin digital.

Hal ini membuat para ahli menyarankan para investor hanya mengalokasikan sebagian kecil dana investasi ke uang kripto. Namun resiko tinggi mungkin jadi menarik karena akan ada imbalan lebih tinggi lagi.

"Volatilitas melekat pada kelas aset yang membuat kripto lebih beresiko dari kebanyakan ekuitas lain, namun ini datang dengan potensial kenaikan lebih tinggi," kata Sonnenshein.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading