Bikin Iri! Pria Muda ini Berharta Rp 15,75 T dari Ethereum

Tech - Muh Iqbal, CNBC Indonesia
04 May 2021 15:32
Vitalik Buterin. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga Ethereum telah membuat salah satu penciptanya sebagai orang kaya termuda dari cryptocurrency. Ethereum baru saja mencetak harga tertinggi sepanjang masa hari ini (4/5/2021) di level US$3.456,57 per koin.

Ia adalah Vitalik Buterin. Saat ini usia baru 27 tahun. Dikutip dari Forbes (4/5/2021), pada 2018 ia menyebut memiliki 333.520 ETH. Saat ini total kekayaannya ditaksir mencapai US$1,09 miliar atau setara Rp 15,75 triliun (asumsi Rp 14.450), saat Ethereum diperdagangkan US$3,278 per koin.

Ethereum merupakan aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua setelah Bitcoin. Ethereum memiliki kapitalisasi pasar US$376 miliar. Ethereum diluncurkan Vatalik Buterin bersama delapan orang temannya pada 2015 silam.


Reli harga Ethereum diketahui terjadi sejak awal tahun ini, faktor pendorongnya adalah meningkatnya popularitas aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang bertujuan untuk mengganti perantara keuangan tradisional seperti bank dan asuransi.

Menurut lembaga agregator data DeFi, Pulse, lebih dari US$72 miliar uang ditransaksinya dalam protokol DeFi, banyak di antaranya dibangun di atas blockchain Ethereum. Namun Ethereum harus bersaing ketat dengan Binance Smart Chain, yang rata-rata memproses 8 juta transaksi setiap harinya sejak April lalu.

Vitalik Buterin dilahirkan di Kota Kolomna, Rusia pada tahun 1994. Ia kemudian pindah ke Kanada bersama keluarga. Pada 2012, ketika berusia 18 tahun, ia bersama dengan Mihai Alisie menulis untuk Bitcoin Magazine.

Pada 2014, Vitalik Buterin dianugerahi Thiel Fellowship yang menawarkan dana sebesar US$100.000 bagi anak muda berusia di bawah 23 tahun untuk mengerjakan minatnya di luar dunia akademis. Beasiswa ini didanai Peter Thiel, investor awal Facebook dan salah satu pendiri PayPal.

Minggu lalu, Vitalik Buterin menyumbangkan dana sebesar US$600.000 dalam bentuk Ether dan maker (MKR) untuk penanganan Covid-19 di India. Hingga berita ini diturunkan Vitalik Buterin tidak dapat dihubungi Forbes untuk dimintai komentar.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading