Ahli Ini Kaitkan Vaksin AstraZeneca dengan Pembekuan Darah

Tech - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
06 April 2021 20:40
Vaksin AstraZeneca. (AP/Christophe Ena)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada hubungan vaksin Covid-19 AstraZeneca dengan kasus pembekuan darah yang sangat langka di otak. tetapi kemungkinan penyebabnya masih belum diketahui.

Ini adalah pernyataan dari pejabat senior Badan obat-obatan Eropa atau European Medicines Agency (EMA) Marco Cavaleri dalam sebuah wawancara dengan harian Italia Il Messaggero. Namun tidak menyertakan bukti yang mendukung pernyataan itu.

Dalam laporan yang diterbitkan Selasa (6/4/2021) itu, investigator menyatakan bahwa mereka akan mendalami penyebab gangguan pembekuan darah itu, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/4/2021).


"Menurut saya sekarang kami bisa mengatakannya, jelas ada kaitannya dengan vaksin itu. Namun, kami masih belum tahu apa yang menyebabkan reaksi ini, "ujar Marco Cavaleri, ketua tim evaluasi vaksin di EMA ketika ditanya tentang kemungkinan hubungan antara suntikan AstraZeneca dan kasus pembekuan darah otak.

Sayangnya hingga berita ini terbit, AstraZeneca tidak segera bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Dalam pernyataannya sebelumnya, pihak AstraZeneca menyebut dalam penelitiannya tidak menemukan risiko penggumpalan yang lebih tinggi karena vaksin.

Para ilmuwan sedang menjajaki beberapa kemungkinan yang mungkin menjelaskan pembekuan darah otak yang sangat langka yang terjadi pada individu beberapa hari setelah menerima vaksin AstraZeneca.

Peneliti Eropa sendiri telah mengajukan satu teori bahwa vaksin memicu antibodi yang tidak biasa dalam beberapa kasus yang jarang terjadi.Tetapi banyak ilmuwan mengatakan tidak ada bukti pasti apakah atau mengapa vaksin AstraZeneca akan menyebabkan masalah yang tidak dimiliki oleh vaksin lain yang menargetkan bagian serupa dari virus corona.

Dalam wawancara terpisah, Armando Genazzani, anggota Komite EMA untuk Produk Obat untuk Penggunaan Manusia (CHMP), mengatakan kepada harian La Stampa bahwa "masuk akal" bahwa penggumpalan darah terkait dengan vaksin AstraZeneca.

Sebelumnya beberapa negara, termasuk Prancis, Jerman, dan Belanda, telah menangguhkan penggunaan vaksin pada orang muda sementara penyelidikan terus berlanjut. Namun sejauh ini EMA mengatakan bahwa manfaat vaksin ini lebih besar daripada risikonya karena sejauh ini hanya ada 44 laporan efek samping itu.

Atas klaim tersebut EMA mengatakan bahkan pihaknya belum memutuskan apakah vaksin AstraZeneca berkaitan dengan kasus pembekuan darah.

"Komite Keamanan EMA belum mencapai kesimpulan dan peninjauan sedang berlangsung," ungkap EMA seperti dikutip dari AFP. "Kami akan berkomunikasi dan mengadakan konferensi pers segera setelah peninjauan selesai. Kemungkinan besok (7 April 2021) atau Kamis 8 April."


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading