Data Bocor! Mark Zuckerberg Pakai Signal, WhatsApp ke Mana?

Tech - roy, CNBC Indonesia
05 April 2021 13:40
FILE PHOTO: Facebook CEO Mark Zuckerberg, appears on stage during a town hall at Facebook's headquarters in Menlo Park, California, U.S., September 27, 2015.   REUTERS/Stephen Lam/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 533 juta data pengguna Facebook bocor dan dijual di forum dark web. Menariknya ada data Mark Zucberberg, pendiri dan CEO Facebook di antara data tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh peneliti keamanan siber Dave Walker. Data yang bocor termasuk namanya, lokasinya, detil pernikahannya, tanggal lahir dan Facebook user ID.

"Menurut #FacebookLeak, ada 553 juta data yang bocor, ironisnya data Mark Zuckerberg ada diantara data yang bocor," tulis Dave Walker melalui twitternya @daviey, seperti dikutip dari Business Insider, Senin (5/4/2021).


Melalui akun twitternya, Dave Walker juga mengunggap foto yang memperlihatkan nomor telepon Mark Zuckerberg yang disensor. Ternyata nomor tersebut terdaftar di aplikasi perpesanan Signal. Ia pun sudah mencocokkan nomor tersebut dengan aplikasi itu dan ditemukan kecocokan.

"Di cerita lain, Mark Zuckerberg juga menghormati privasinya, dengan menggunakan aplikasi chat yang memiliki end-to-end encryption dan tidak dimiliki @facebook," tulis Dave Walker.

Tangkapan layar akun Signal Mark ZuckerbergFoto: Tangkapan layar akun Signal Mark Zuckerberg (Doc Twitter @Daviey)

Informasi saja, Facebook merupakan pemilik dari aplikasi bertukar pesan WhatsApp. Aplikasi yang dibuat oleh Brian Acton dan Jan Koum diakuisisi raksasa media sosial ini pada 2014 senilai US$21 miliar. Saat ini Brian Acton merupakan chairman Signal Foundation.

Sebelumnya CTO perusahaan intelijen kejahatan siber Hudson Rock, Alon Gal menemukan data pengguna Facebook yang bocor mencapai 533 juta pengguna dari 106 negara.

"Basis data itu berisi informasi pribadi seperti nomor ponsel banyak pengguna Facebook yang dimanfaatkan pelaku untuk mengambil keuntungan dari data untuk melakukan serangan social engineering atau upaya peretasan," kata Alon Gal, dikutip Business Insider.

Facebook sendiri membantah ada kebocoran data pribadil ebih dari 500 juta pengguna. Juru bicara Facebook mengatakan berita kebocoran tersebut adalah data lama yang sebelumnya dilaporkan pada 2019.

"Kami menemukan dan berhasil memperbaiki persoalan ini pada Agustus 2019," ujar juru bicara Facebook.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading