Berkat COD Mobile, Anak Usaha Tencent Raup Rp 145 T di 2020

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
02 April 2021 17:00
Call of Duty Mobile (ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anak perusahaan teknologi China Tencent Games, TiMi Studios, berhasil meraup pendapatan sebesar US$ 10 miliar atau setara Rp 145 triliun (asumsi Rp 14.500/US$) tahun 2020 lalu.

Dilansir dari Reuters, dua orang sumber, yang tidak menyebutkan nama, mengatakan jumlah pendapatan tersebut akan menjadikan TiMi sebagai studio pengembangan video game terbesar di dunia. Ini juga sudah diduga oleh banyak pengamat industri.

Pembuat video game populer Honor of Kings dan Call of Duty Mobile tersebut juga akan memberikan dasar yang kuat untuk melampaui beberapa rival game seluler lainnya.


Tak hanya itu, TiMi juga dapat bersaing langsung dengan rival kelas berat dengan mengembangkan game "AAA" berbiaya mahal pada beberapa konsol, seperti komputer desktop, Sony PlayStation, Nintendo Switch, dan Microsoft Xbox.

Dalam pemberitahuan perekrutan Maret lalu, seorang insinyur TiMi menulis bahwa perusahaan akan membuat game AAA yang menyerupai komunitas virtual dari film Ready Player One. Ini akan bersaing langsung melawan kekuatan besar dari Jepang, Korea, Eropa dan Amerika Serikat.

Tencent sedang membangun studio di luar negeri, termasuk satu untuk TiMi dan satu untuk Lightspeed dan Quantum. Studio yang berlokasi di Los Angeles akan bertujuan untuk membuat konten dengan kekayaan intelektual asli yang memiliki daya tarik global.

Tencent pada akhirnya bertujuan untuk memperoleh setengah dari pendapatan game-nya dari luar negeri, dari 23% pada kuartal keempat tahun 2019, menurut angka terbaru yang tersedia.

Banyak studio besar beralih ke Tencent untuk mendapatkan dukungan mengonversi game desktop atau konsol "hardcore" mereka ke seluler. Permainan semacam itu menampilkan sesi panjang dan penceritaan atau pertempuran mendalam, dengan beberapa termasuk permainan peran daring multipemain atau arena pertempuran daring.

Minggu lalu, Tencent melaporkan 156,1 miliar yuan atau Rp 345 triliun (asumsi Rp 2.200/yuan) dalam pendapatan game online secara keseluruhan untuk tahun 2020. Sementara hasil TiMi menyumbang 40% dari pendapatan game, kata dua orang sumber itu.

Dari pendapatan game Tencent yang tersisa tahun lalu, studio Lightspeed dan Quantum, pengembang PUBG Mobile, game berpenghasilan kotor lainnya, menyumbang 29%. Sementara 26% adalah hasil dari penerbitan untuk pengembang lain. Aurora Studios Group, didorong oleh gelar Moonlight Blade Mobile, memberikan kontribusi 3%.

Tencent, yang mendapat keuntungan dari lonjakan pembayaran gamer, mengatakan pekan lalu pendapatan game online naik 29% menjadi 39,1 miliar yuan (Rp 86,5 triliun) pada kuartal keempat.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading