WHO Bicara Profil Risiko 'Membebani' Vaksin AstraZeneca

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
31 March 2021 20:24
A nurse assistant prepares a dose of the Oxford-AstraZeneca vaccine for COVID-19 during a priority vaccination program for health workers at a community medical center in Sao Paulo, Brazil, Wednesday, Feb. 3, 2021. (AP Photo/Andre Penner)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontroversi vaksin AstraZeneca kembali berlanjut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan muncul profil risiko manfaat vaksin yang "sangat membebani penggunaannya" di tengah laporan pembekuan darah otak. WHO juga terus memantau ulasan bukti keamanan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Alejandro Cravioto, ketua Kelompok Penasihat Strategis Ahli (SAGE) WHO untuk Imunisasi, mengatakan merasa "nyaman" dengan penggunaan vaksin, karena banyak negara yang menggunakannya memiliki sistem sinyal peringatan keamanan dan tidak melaporkan masalah.

Sebelumnya banyak negara Eropa sempat berhenti menggunakan vaksin COVID-19 AstraZeneca awal bulan ini, sementara otoritas keamanan obat mereka menyelidiki kasus pembekuan darah yang jarang terjadi.


Selain di Eropa, kontroversi vaksin Oxford-AstraZeneca juga muncul di Amerika Serikat (AS). Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) AS sempat menyampaikan kekhawatiran atas data yang diberikan oleh AstraZeneca.

Mereka mengatakan AstraZeneca mungkin memasukkan informasi yang sudah kadaluarsa selama uji coba vaksin Covid-19, sehari setelah perusahaan tersebut mengklaim vaksin buatan mereka sangat efektif dalam mencegah penyakit Covid-19.

Dalam laporan terbaru, AstraZeneca mengatakan vaksinnya 76% efektif dalam melindungi dari kasus virus yang bergejala. Sementara rilis yang dikeluarkan pada Senin (22/3/2021) lalu melaporkan tingkat kemanjuran 79%. Laporan yang diperbarui menyatakan bahwa suntikan itu 100% efektif melawan penyakit parah dan rawat inap.

AstraZeneca menghadapi reaksi terpisah dalam beberapa pekan terakhir atas laporan pembekuan darah sehubungan dengan vaksinnya, yang telah disetujui dan digunakan oleh lusinan negara di seluruh dunia. Beberapa negara Eropa menangguhkan, kemudian melanjutkan, penggunaan vaksin setelah tinjauan keamanan independen.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading