Guru Besar UI Ungkap 'Kehebatan' Mutasi Corona B117 Inggris

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
15 March 2021 12:42
Ilustrasi rumah sakit yang penuh karena tingginya pasien yang terpapar Virus Corona di Sao Paulo, Brasil. (AP/Andre Penner)

Jakarta, CNBC Indonesia - Guru Besar Paru FKUI dan juga mantan Direktur Regional WHO SEARO, Profesor Tjandra Yoga Aditama menjelaskan terkait dengan mutasi B117 yang berasal dari Inggris yang lebih menular dari virus sebelumnya.

"B117 dilaporkan Inggris ke WHO pada Desember 2020. Memang B117 dibanding beberapa mutasi lain memang lebih menular dari sebelumnya. 30-70% menular dibanding tak bermutasi," katanya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Senin (15/3/2021).

Mutasi sebuah virus, lanjutnya terjadi pada bagian spike pada virus. Tes PCR yang saat ini digunakan memang langsung mengidentifikasi bagian spike tersebut. "Sejauh ini ada laporan secara umum, PCR bisa mendeteksi (mutasi)," imbuhnya.


Selanjutnya dia juga menjelaskan terkait berat ringannya penularan akibat virus B117 ini. Pada Januari 2021, PM Inggris yang menyatakan bahwa mutasi B117 ini kemungkinan lebih berat, berdasarkan bukti yang diterima.

"Karena Inggris melihatnya ini serius, akhirnya Inggris membuat badan khusus yang menangani B117 ini," terangnya.

Selanjutnya pada pertengahan Februari, ada pernyataan bahwa B117 memang lebih parah, orang bisa masuk RS dengan angka kematian tinggi. Dan Maret ini, lanjutnya, sudah ada jurnal kedokteran ilmiah yang mengatakan bahwa mutasi B117 ini memang lebih berat.

Terkait dengan mutasi, dia menggarisbawahi beberapa hal. Pertama, virus corona akan selalu bermutasi. Kedua, mutasi itu bisa menjadikan virus bertambah banyak. Di mana diantaranya bisa membuat bertambah berat atau tidak.

"Dampak jika bicara mutasi antara lain bagaimana diagnosis, penularan, dampak mutasi hingga vaksinasi," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Corona 'Beranak Pinak', Varian Baru Ditemukan di New York


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading