e-Commerce Ini IPO, Pendiri Kaya Mendadak Berharta Rp 65 T

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
04 March 2021 14:20
(Ilustrasi : Freepik.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa e-commerce Korea Selatan, Coupang, mengumumkan rencana penawaran saham perdana (IPO) di bursa saham Amerika Serikat (AS). Aksi korporasi ini akan melahirkan miliuner baru di negeri K-Pop.

Dalam laporan ke Bursa AS, harga saham Coupang dihargai US$27 hingga US$30 per saham. Coupang menargetkan dana sebesar US$3,6 miliar atau setara Rp 50,4 triliun (asumsi Rp 14.000/US$) dari IPO dan valuasi perusahaan melonjak dari US$9 miliar menjadi US$46 miliar hingga US$51 miliar.

Setelah IPO, pendiri dan Chief Executive Coupang, Bom Kim, akan menguasai 10,2% saham perusahaan. Ketika saham dicatatkan kekayaannya diperkirakan mencapai US$4,7 miliar (Rp 65,8 triliun). Sayangnya juru bicara perusahaan tidak menanggapi kekayaan soal kekayaan bersih ini, seperti dikutip dari Forbes, Kamis (4/3/2021).


Bom Kim merupakan seorang warga negara AS yang meninggalkan Korea Selatan pada usia 7 tahun dan bersekolah di sekolah asrama di Massachusetts pada usia 13 tahun. Ia drop out dari Harvard Business School.

Coupang toko online (e-commerce) asal Korea SelatanFoto: Coupang e-commerce asal Korea Selatan (CNBC International)

Ia mendirikan Coupang pada 2010 dengan model bisnis yang mirip dengan Groupon (situs diskon), kemudian beralih menjadi seperti eBay (jual barang bermerek) sebelum beralih ke barang-barang konsumen massal di negara asalnya.

Pada awal 2015, Coupang telah mengumpulkan dana hampir US$ 500 juta dari investor seperti Sequoia Capital dan BlackRock. Saat ini investor terbesar Coupang adalah SoftBank.

Pada 2020, pendapatan bersih Coupang mencapai US$12 miliar, meningkat 90% dari tahun sebelumnya, tetapi perusahaan belum menghasilkan keuntungan. Dalam prospektusnya pada 2020 perusahaan mencatatkan rugi bersih US$475 juta, membaik dari tahun sebelumnya sebesar US$700 juta.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading