Sinovac Hingga Pfizer Dilarang Dipakai untuk Vaksin Mandiri

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
26 February 2021 18:00
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan berusia lanjut saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan vaksin tersebut untuk lansia. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan mengizinkan swasta untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 ke karyawannya dalam program vaksinasi mandiri atau vaksinasi gotong royong.

Namun dalam program vaksinasi gotong royong ini tidak boleh menggunakan vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca, vaksin Novavax dan vaksin Pfizer.

"Kami tegaskan kembali jenis vaksin covid-19 untuk gotong royong beda dengan vaksin covid-19 program pemerintah. Tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer. Sehingga kita memastikan tidak ada kebocoran untuk vaksin gotong royong," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers virtual di Jakarta, Jumat (26/2/2021).


Ia menambahkan, kapan dijalankannya vaksin gotong royong ini nantinya setelah stok tersedia. BUMN terutama Bio Farma yang akan meramu mekanismenya. "Pendistribusian vaksin gotong royong dilaksanakan Bio Farma," ujar Siti Nadia.

Sebelumnya Kemenkes mengizinkan tujuh jenis vaksin Covid-19 di Indonesia. Yakni, vaksin Sinovac, Sinopharm, Novavax, Moderna, Pfizer-Biontech, AstraZeneca dan vaksin produksi Bio Farma. Artinya vaksin yang bisa digunakan untuk vaksinasi gotong royong adalah vaksin Sinopharm, vaksin produksi Bio Farma, dan vaksin Moderna.

Juru bicara Vaksinasi Bio Farma Bambang Heriyanto menambahkan Jenis vaksin gotong royong harus dapat persetujuan penggunaan darurat (UEA) dan atau penerbitan NIE dari BPOM dan sesuai dengan peraturan UU. Saat ini Bio Farma sudah menjajaki dan supply vaksin harus beda dengan vaksin program.

"Contohnya, kami mulai bekerjasama pembicaraan dengan Sinopharm dari Beijing, China dengan platform inactivated atau sama dengan Sinovac," jelasnya.

Lebih rinci dia menjelaskan, pengadaan Sinopharm akan dilaksanakan oleh anak perusahaan holding farmasi yaitu PT Kimia Farma Tbk. Ada juga jenis lain yang sedang dijajaki yakni vaksin Moderna dari Amerika Serikat dengan platform mRNA.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading