Harga Bak Roller Coaster, Bitcoin Lebih Cocok Bagi Penjudi?

Tech - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 February 2021 20:29
Representation of the Bitcoin virtual currency standing on the PC motherboard is seen in this illustration picture, February 3, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga bitcoin mulai menanjak lagi dalam 2 hari terakhir, setelah merosot belasan persen dalam sehari. Memang bukan hal yang mengagetkan jika harga bitcoin sering terjun bebas atau terbang tinggi dalam waktu singkat. Sejak awal kemunculannya mata uang kripto ini memang seperti itu.

Melansir data Refinitiv, bitcoin pada perdagangan hari ini sempat naik 4,63% ke US$ 50.982,07/BTC, sebelum diperdagangkan di kisaran US$ 49.380,48/BTC pada pukul 16:26 WIB, menguat 1,34%. Pergerakan tersebut mirip dengan kemarin.


Namun, pergerakan berbeda terjadi pada Senin dan Selasa lalu, di mana harga bitcoin terjun bebas.

Pada perdagangan Senin (22/2/2021) harga bitcoin anjlok hingga 18,3% sebelum mengakhiri perdagangan di level 54.950,58/BTC, melemah 4,5%. Sehari setelahnya juga sama, terjun 18,39% ke US$ 44.845,72/BTC yang merupakan level terendah sejak 11 Februari. Artinya tren naik yang dimulai sejak saat itu langsung dibabat habis dalam 2 hari perdagangan saja.

Jika melihat ke belakang, sejak tahun lalu misalnya, pergerakan bitcoin lebih ngeri lagi. Pada 12 Maret 2020, harga bitcoin bahkan ambrol lebih dari 26% dalam sehari.

Tetapi terkadang juga mampu terbang tinggi dalam waktu singkat. Pada 8 Februari lalu, bitcoin meroket lebih dari 17% dalam 24 jam saja. Tidak hanya bitcoin, mata uang krito lainnya juga menunjukkan pergerakan serupa.

Ethereum misalnya, pada 12 Maret 2020 jeblok lebih dari 33% dalam sehari, sementara ripple (XRP) pada 23 Desember malah merosot nyaris 40% dalam sehari. Sebaliknya, pada 4 Januari lalu, ethereum meroket nyaris 38%, sementara XRP pada 30 Januari melesat nyaris 39%.

Tingginya volatilitas mata uang kripto tersebut tentunya menjadi risiko yang besar.

Taman Kadar, CEO Seon, dalam sebuah artikel yang dirilis Finextra Senin (22/2/2021) mengatakan ada kemiripan antara orang yang suka berjudi dengan yang suka mata uang kripto. Orang-orang yang suka berjudi dikatakan tertarik dengan mata uang kripto sebagia hiburan dan mereka tidak takut kehilangan uangnya.

Mental seorang penjudi bisa jadi memang diperlukan dalam "bermain" mata uang kripto melihat dalam sehari bisa ambrol hingga 40%.

Bagaimanapun juga, sampai saat ini dan mungkin hingga beberapa tahun ke depan mata uang kripto masih akan memicu pro dan kontra. Namun, beberapa institusi finansial besar yang sebelumnya kontra kini menjadi pro (BlacRock dan Visa misalnya) tentunya memberi angin segar bagi bitcoin dan kawan-kawan, hingga harganya melesat gila-gilaan sejak tahun lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

 

[Gambas:Video CNBC]




(pap/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading