Kabar Baik! Vaksin Merah Putih Mulai Uji Klinis Tahun Ini

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 February 2021 13:53
Infografis: Fakta Vaksin Covid19 di Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin Merah Putih akan siap diproduksi sekitar Q3 tahun 2022. Sebelum produksi, pada 2021 vaksin tersebut akan melakukan tahapan proses uji klinis.

"Tahun ini kita akan melakukan proses uji klinis terhadap vaksin Merah Putih. Kalau semua berjalan lancar kemungkinan timeline produksinya nanti di tahun 2022," kata Direktur Utama Biofarma, Honesti Basyir dalam program Profit CNBC Indonesia, Rabu (17/12/2021).

Dia mengatakan  Biofarma akan bertugas memproduksi vaksin yang dikembangkan oleh lembaga penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia tersebut. Saat ini, vaksin sedang tahap pengembangan dan Honesti mengatakan sudah menyiapkan fasilitas produksinya.


Saat ini di Bio Farma sudah ada kapasitas produksi untuk 250 juta dosis. Namun selain itu sedang disiapkan juga satu tempat produksi lainnya.

Dia menjelaskan vaksin Merah Putih selain menggunakan platform inactivated sama seperti di Biofarma, ada juga dari protein rekombenan.

Menurutnya vaksin Merah Putih disiapkan saat membutuhkan vaksin yang cukup besar. Sebab vaksin yang diberikan saat ini belum diketahui berapa lama ketahanan daya imunnya.

"Oleh sebab itu pada saat membutuhkan vaksin yang cukup besar dilakukan proses produksi pada Merah Putih. Tahun 2022 mengandalkan lebih banyak vaksin Merah Putih," ungkapnya.

Soal jumlah uji klinis nanti, dia memperkirakan membutuhkan relawan berjumlah 4000-5000 subyek. Jumlah ini lebih besar saat menguji vaksin Sinovac yakni 1620 subyek, karena saat ini kebijakannya menggunakan multi Center jadi uji klinis dilakukan di sejumlah negara.

Namun untuk mendapatkan relawan uji klinis agak sulit sebab program vaksinasi di Indonesia sudah berjalan. Dia mengatakan kemungkinan akan melakukan uji klinis di luar wilayah Indonesia juga.

"Untuk mencari relawan merupakan tantangan sendiri. Kita coba lakukan komunikasi ke beberapa negara tetangga terdekat, minimal di Asia Tenggara seandainya mereka mau terlibat uji klinis vaksin yang kita produksi," kata Honesti.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading