RI Lagi Cari Negara Jiran Buat Percobaan Vaksin Covid-19

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 February 2021 15:05
Infografis: Hampir 100 Ribu Kasus, Adakah Vaksin Obat Corona?

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin yang dikembangkan lembaga penelitian dan perguruan tinggi Indonesia nampaknya tidak hanya akan melakukan uji klinis di dalam negeri saja. Namun disiapkan untuk melakukan pengujian di luar wilayah Indonesia.

Direktur Utama Biofarma, Honesti Basyir mengatakan jika tantangan untuk uji klinis vaksin Merah Putih adalah mendapatkan relawan. Sebab saat ini program vaksinasi sudah berjalan dan pengujian baru dilakukan akhir tahun atau 2022 nanti.

"Katakanlah tahun 2022 atau akhir 2021 melakukan uji klinis vaksin Merah Putih, sementara program vaksinasi sudah berjalan. Untuk mencari relawan merupakan tantangan sendiri," kata Honesti dalam program Profit CNBC Indonesia, Rabu (17/12/2021).


Dia mengatakan pihaknya mencoba melakukan komunikasi ke sejumlah negara untuk mau terlibat dalam uji klinis vaksin itu. Negara sasarannya adalah yang terdekat serta minimal berada di wilayah Asia Tenggara.

Menurutnya pengujian vaksin di luar wilayah produksi merupakan hal lazim. Sebab Biofarma pernah melakukan uji klinis Polio dilakukan bukan di Indonesia melainkan di luar negeri.

"Menurut saya kerja sama uji klinis dengan negara lain hal lazim terjadi pada saat melakukan uji klinis," ungkapnya.

Dia memperkirakan saat uji coba nanti butuh relawan sekitar 4000-5000 orang. Jumlah ini berbeda dengan uji klinis pada vaksin Sinovac yakni berjumlah 1620 orang.

Menurutnya, kebijakan Sinovac saat pengujian menggunakan sistem multi center. Jadi uji klinis dilakukan di beberapa negara secara bersamaan.

"Nanti untuk vaksin Merah Putih kemungkinan besar jumlah subjeknya lebih besar. Kita akan melakukan di Indonesia kalau mungkin di negara luar Indonesia yang mau menjadi sponsor untuk melakukannya," kata Honesti.

Vaksin Merah Putih ini merupakan rencana dari kemandirian vaksinasi Indonesia. Sementara tahun 2020 mengandalkan vaksin impor dan yang diproduksi dari Biofarma, namun tahun depan lebih banyak pada vaksin Merah Putih.

"Kita enggak pernah tahu daya imun yang diberikan vaksin berapa lama, akan kah setahun dua tahun belum ada penelitian lebih. Oleh sebab itu pada saat membutuhkan vaksin yang cukup besar dilakukan proses produksi pada vaksin Merah Putih," jelas Honesti.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading