Covid Belum Berakhir, WHO Ingatkan Kebangkitan Wabah Ini

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 February 2021 20:42
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 belum usai namun potensi kebangkitan penyakit Ebola kembali terlihat. Bahkan WHO sudah memperingatkan enam negara akan adanya bahaya itu.

Margaret Harris dari WHO menyebutkan jika keenam negara sudah diberitahu mengenai peringatan tersebut. Beberapa diantaranya adalah Sierra Leone dan Liberia, namun dia tak menyebut negara mana lagi yang diberi peringatan.

"Kita telah memberitahu enam negara, termasuk Sierra Leone dan Liberia, dan mereka bergerak cepat untuk bersiap dan menyiapkan dan mencari potensi adanya infeksi," ungkap Margaret, , dikutip Reuters, Selasa (16/2/2021).


Peringatan tersebut dikeluarkan setelah temuan wabah baru di dua negara yakni Guinea dan Kongo. Semua kebangkitan Ebola pada dua negara terjadi pada bulan ini.

Misalnya Guinea telah mengumumkan adanya wabah baru pada hari Minggu lalu, ini jadi yang pertama sejak Ebola menyerang negara itu pada 2013-2016. Sementara itu Kongo menemukan wabah Ebola baru pada 7 Februari 2021 lalu.

Margaret mengatakan sejauh ini otoritas kesehatan setempat mengidentifikasi ada 300 kontak Ebola di Kongo. Sementara Guinea mendapatkan 109 kontak.

Dia juga menambahkan pihaknya sedang melakukan pengurusan gen sampel Ebola dari kedua negara. Ini dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut asal-usul wabah baru dan mengidentifikasi strain tersebut.

Sejauh ini menurutnya belum ada yang mengetahui soal penyebab wabah baru muncul, baik dari perpindahan manusia ataupun dari hewan. Dengan pengurusan genetik, Margaret mengatakan bisa mendapatkan jawaban tersebut.

"Kami tidak tahu jika penyebabnya dari populasi manusia atau hanya perpindahan dari populasi hewan, namun pengurusan genetik sedang berlangsung akan membantu untuk informasi itu," kata Margaret.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading