Ingat! Suntik Vaksin Covid-19 ke Pekerja Publik Dimulai Besok

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
16 February 2021 09:34
Sejumlah tenaga medis mengikuti proses vaksinasi Covid-19 di Istora Senayan, Kamis, 4 Februari 2021. Ribuan tenaga kesehatan akan menerima vaksinasi covid-19 tahap pertama di Istora Senayan, Jakarta. Vaksinasi massal ini digelar mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Vaksinasi dilakukan secara teratur dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Peserta terpilih yang telah mendapatkan email konfirmasi, nantinya akan diberitahukan tempat dan jam kehadiran. Vaksinasi massal ini diperuntukan bagi tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksin. Dalam vaksinasi massal ini, Pemprov menargetkan untuk menyuntik 6.000 tenaga kesehatan. Vaksinasi ini untuk penyuntikan dosis pertama Sinovac. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mulai vaksinasi tahap kedua pada Rabi (17/02/2021) yang menyasar masyarakat berusia lanjut dan petugas pelayanan publik. Selain lansia dan pelayanan publik, ada juga pedagang pasar serta kelompok pendidik yakni guru, dosen serta tenaga pendidik.

Kelompok lainnya adalah tokoh agama dan penyuluh agama; wakil rakyat, pejabat pemerintah, ASN; keamanan, pelayanan publik, pariwisata, pekerja transportasi publik, atlit, serta wartawan dan pekerja media.

Vaksinasi tahap kedua ini akan dimulai dari puluhan ribu pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Adapun jumlah persis yang bakal disuntik vaksin mencapai 55 ribu orang dan akan dilakukan selama enam hari.


"Pedagang pasar sebagai pilot project dimulai di Pasar Tanah Abang hari Rabu. Vaksinasi pedagang pasar selama 6 hari sekitar 55 ribu di Tanah Abang dan akan bergulir seluruh pedagang pasar di DKI dan seluruh Indonesia," papar Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)Maxi Rein Rondonuwu, Senin (15/02/2021).

Untuk vaksinasi di Pasar Tanah Abang akan dikerahkan vaksinator yang sudah terlatih ke Pasar Tanah Abang. Secara keseluruhan, total sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai 38.513.446 orang. Jumlah tersebut dibagi 21 juta lebih untuk lansia dan sisanya bagi petugas pelayanan publik.

Berdasarkan ketersediaan vaksin berjumlah 18 juta dengan hingga akhir Februari ada 7,5 juta serta minggu kedua Maret adalah 11 juta. Dari sana 9 juta akan diberikan pada tahap kedua dengan 70% atau 6,3 juta untuk 7 provinsi di wilayah Jawa Bali.

Prioritas pada wilayah tersebut diberikan karena jumlah kasus tertinggi. Selain itu Maxi mengatakan juga di sana ada banyak pemukiman padat sehingga laju penularan sangat tinggi.

"Setelah membagi tujuh provinsi 6,3 juta untuk setiap pelayanan publik dan usia lanjut. Pada lansia 20-30 persen total mendapatkan tahap pertama 2,1 juta untuk Jawa-Bali," kata Maxi.

Dia menambahkan sekitar 20-30% untuk ASN dan jumlah yang sama bagi TNI -Polri. Sementara itu pedagang pasar akan mendapatkan 50-60%. Maxi juga mengatakan jika vaksinasi tahap dua ini tidak menghabiskan program untuk lansia terlebih dulu. Namun akan berjalan bersamaan.

"Berjalan bersamaan tidak menghabiskan lansia kemudian sasaran publik lainnya," ujar Maxi.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading