Tak Hanya Vaksin, Ini Senjata Lain Perangi Covid-19

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
09 February 2021 17:27
Calon penumpang Kereta Api mengantre untuk melakukan rapid test antigen di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2020). Akibatnya terjadi antrean panjang.PT KAI mewajibkan setiap pengguna jasa kereta api jarak jauh di Pulau Jawa untuk menunjukkan hasil negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan rapid test antigen sebagai syarat untuk naik kereta api. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Program vaksinasi memang sedang berjalan di Indonesia, namun nyatanya bukan jadi satu-satunya senjata untuk melawan Covid-19. Sebab masih ada aktivitas yang harus dilakukan masyarakat sendiri untuk memerangi pandemi.

"Vaksinasi bukan satu-satunya alat senjata menangani pandemi. Tentu hidup sehat, protokol kesehatan harus dijaga sehingga bisa mengalahkan pandemi berbagai macam cara," kata Juru Bicara Vaksinasi Biofarma, Bambang Heriyanto dalam konferensi pers online, Selasa (9/2/2021).

Dia mengingatkan jangan sampai vaksinasi membuat masyarakat tertidur dan lupa akan kewajiban menjaga protokol kesehatan. Sebab jika aktivitas-aktivitas lain tidak dilakukan, pandemi bisa menjadi lebih lama.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek, Ali Gufron juga mengingatkan juga harus tetap melakukan aktivitas peningkatan daya tubuh termasuk di dalamnya ada olahraga serta pelaksanaan 3M atau menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Orang lebih baik pencegahan daripada pengobatan. Kalau sudah masuk rumah sakit dan rumah sakit penuh gimana. Kalau gitu bisa kita cegah tidak kena penyakit," ungkapnya.

Sementara itu dia juga mengharapkan Indonesia bisa mandiri dalam hal vaksin. Ini berkaitan dengan pengembangan vaksin Merah putih yang dilakukan sejumlah lembaga riset dan juga perguruan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, dengan kemampuan yang dimiliki Biofarma saat ini diharapkan bisa bersinergi dengan pihak-pihak yang tergabung untuk mengembangkan vaksin.

"Biofarma dengan kemampuan saat ini mudah-mudahan bisa mensinergikan apa yang dilakukan lembaga riset dan perguruan tinggi yang melakukan riset vaksin riset," jelas Bambang.

Dengan sinergi itu, Bambang menambahkan vaksin Merah Putih tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri saja. Namun juga bisa eksport untuk negara lain yang membutuhkan vaksin.

Keinginan untuk dapat mengekspor vaksin juga disebutkan oleh Ali Gufron. Menurutnya setelah memenuhi keperluan di dalam negeri bisa berorientasi untuk mengirimkan ke wilayah lain.

"Sekarang kita belum memenuhi sendiri, masih import. Ke depannya bisa menghasilkan sendiri," ungkapnya.

Menurutnya Indonesia harus mampu mengembangkan vaksin Merah Putih. Dalam rangka memenuhi ekonomi berbasis inovasi menurutnya kemandirian harus hadir.

"Untuk itu tidak hanya vaksin, peralatan kesehatan juga harus mandiri. Kita harus mampu mengembangkan vaksin Merah putih," kata Ali Gufron.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading