GeNose Sudah Siap Jadi Pendeteksi Covid di Kereta Api?

Tech - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
02 February 2021 09:27
GeNose C19 adalah alat pendeteksi COVID-19 besutan para ahli Universitas Gadjah Mada. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - GeNose bukanlah alat pendiagnosa Covid-19, tapi hanya alat pendeteksi dini (screening) yang tidak bisa menggantikan PCR Test. Menurut peneliti dan epidemiolog, penggunaanya tepat jika digunakan untuk mendeteksi dini (screening) penumpang kereta api karena cepat dan murah.

Epidemiolog dr. Riris Andono Ahmad mengatakan secara epidemiolog sekarang sudah tersedia beberapa alat tes untuk Covid-19 seperti tes PCR swab, rapid antibody, rapid antigen. Ketiga alat tes ini ada kekurangannya masing-masing, begitu juga dengan GeNose.

"Tapi bagaimana kita manfaatkan kelebihannya dan menghindari kekurangan masing-masing pada situasi mana GeNose bisa digunakan dan berdampak baik. Dari GeNose bisa menjadi alat screening, tapi belum bisa untuk menjadi alat diagnostic," katanya dalam diskusi Kementerian Perhubungan, Senin (01/02/2021).


Menurutnya GeNose tepat untuk mengamankan koridor perjalanan karena alat tes sudah melewati rangkaian pengujian di beberapa sampel dan proses pengerjaan tes yang cepat, sehingga tidak menimbulkan antrian panjang. Yang penting, imbuhnya, ada proses lanjutan setelah ada penumpang yang teridentifikasi Covid-19 untuk melakukan PCR untuk konfirmasi.

Dia pun melihat alat thermogun yang digunakan untuk melakukan screening Covid-19 tidak efektif. Melihat proses hariannya, menurutnya banyak yang mengeluarkan hasil tidak valid.

"Kalau thermogun yang dilihat adalah gejalanya, tidak sama dengan GeNose. Sekitar 70%-80% orang yang membawa Covid itu tidak bergejala, thermogun untuk screening orang yang OTG itu sulit dan sering kali mengeluarkan hasil yang tidak valid," katanya.

Peneliti GeNose Dian K. Nurputra mengatakan GeNose sudah melewati beberapa tahapan uji coba seperti tahap pertama dilakukan pada rawat inap dan mendapatkan hasil tingkat akurasi 96%, uji klinis sampel kedua terhadap sampel yang lebih heterogen (orang tanpa gejala) 92%-96%, terakhir di populasi umum (perkantoran) mendapatkan hasil 89%.

"Jadi tingkat akurasi itu berbeda tergantung dari populasinya, nah kita akan lihat dari hasil post marketing di populasi masyarakat pengguna kereta api," katanya.

Dian menjelaskan prosesnya penggunaan GeNose ini mudah. Hanya menghembuskan nafas ke kantung sekali pakai untuk kemudian dianalisis oleh alat. Tapi yang menjadi imbauan penumpang harus puasa atau tidak merokok, makan dan minum setengah jam hingga satu jam sebelum keberangkatan.

"Rata-rata prosesnya hanya tiga menit. Kita juga sterilisasinya seperti mouth piece-nya. Kita masukkan ke HEPA filter untuk menyaring agar bisa tersaring bakteri dan dan tidak saling mengontaminasi. HEPA itu bisa dipakai 100-150 kali pemakaian, kalau ada yang positif langsung diganti," katanya.

Dian menjelaskan GeNose merupakan alat screening yang bisa dengan cepat menemukan penumpang yang terduga positif, bukan sebagai alat pendiagnosa seperti PCR. Dalam proses penerapannya nanti untuk penumpang yang terduga Covid-19 akan dilakukan tindakan lanjutan untuk mengonfirmasi melalui tes PCR.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading