Ridwan Kamil Soal Meledaknya Kasus Covid: 3M Jebol, 3T Rapuh

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
01 February 2021 14:41
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas untuk pertama kalinya. Hari ini, Selasa (29/12) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara resmi menyerahkan tiga unit mobil listrik kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil. Ketiga mobil tersebut adalah 2 unit IONIQ Electric dan 1 unit KONA Electric. (Dok: Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengakui pemerintah pusat dan pemerintah daerah kewalahan lawan pandemi Covid-19. Hal ini karena lemahnya kedisplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dan rapuhnya aktivitas tes, telusur, dan penanganan.

Pria yang biasa disapa Kang Emil ini mengungkapkan ada tiga benteng untuk melawan penularan Covid-19. Benteng pertama, 3M atau menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak. Namun benteng pertahanan ini bisa ditembus karena kurang disiplinnya masyarakat Indonesia menerapkan protokol kesehatan.

Benteng kedua, 3T atau testing, tracing (penelusuran), dan treatment (penanganan). Saat ini rasio pelacak di Indonesia baru 1:4 atau satu kasus hanya empat orang yang terlacak. Padahal standar World Health Organization (WHO) harusnya satu kasus mampu melakukan pelacakan pada 30 orang.


Benteng ketiga, rumah sakit. Menurut Ridwan Kamil saat ini Covid-19 sedang berusaha menggerogoti benteng ketiga terlihat dari penuhnya rumah sakit termasuk di Jawa Barat.

"Benteng [lawan] Covid-19 ada tiga. Kalau tidak jebol harusnya aman. Sekarang benteng 3M jebol, benteng 3T rapuh maka musuh sekarang lagi menyerang benteng terakhir," ungkap Ridwan Kamil dalam acara Deklarasi Komitmen Kolaborasi untuk Jawab Barat - Penyelesaian Pandemi dari Puskesmas, seperti dikutip dari kanal YouTube CISDI TV, Senin (1/2/2021).

Ridwan Kamil mengungkapkan untuk memperbaiki masalah ini, pemerintah Jawa Barat akan menerapkan strategi baru dengan memperkuat benteng kedua melalui penambahan 500 tenaga medis yang akan disebar ke 100 Puskemas dalam program Puskesmas Terpadu dan Juara (Puspa).

Nantinya setiap Puskemas di Jawa Barat akan ada lima orang yang khusus menangani Covid-19. Namun program ini masih terkendala masalah anggaran.

"Kita sekarang ada 500 [orang], 500 juga anggarannya 80 miliar yang saya sediakan. 'Kenapa cuma 500 Pak Gubernur? duitnya juga, ya seadanya hatur lumayan'. Makanya harapannya Pak Menkes paham triliunan dari Pak Menkes gitu kan, miliar dari kami, sebagian miliar dari kota/kabupaten supaya tidak 100 tapi 1.000 Puskesmas," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading