Keluar Masuk DKI Wajib Tes Antigen, Ini Daftar Harga Tesnya

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
20 December 2020 13:45
Infografis/ Ini daftar Lengkap Biaya dan Bandara untuk test covid-19

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mewajibkan untuk orang-orang yang akan masuk dan keluar Jakarta untuk melakukan rapid test antigen guna mendeteksi gejala Covid-19.

Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi melonjaknya kenaikan kasus penularan Covid-19 jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021.

Kewajiban tes antigen diputuskan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, dan Bali pada Senin (14/12/2020) lalu. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam kesempatan tersebut menegaskan, di wilayah Jakarta dilarang melakukan kegiatan tahun baru dan natal, yang mengumpulkan banyak orang.

Setuju dengan arahan Menko Luhut, Gubernur Anies juga mengatakan akan mulai memberlakukan rapid antigen kepada masyarakat yang masuk melalui bandar udara.

Berselang dua hari, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta mengumumkan kewajiban warga yang keluar-masuk Jakarta menggunakan kendaraan umum untuk menyertakan rapid test antigen. Aturan ini mulai berlaku 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.

Namun, ketentuan ini tak berlaku untuk kendaraan pribadi. Kewajiban menyertakan rapid test antigen hanya berlaku pada calon penumpang yang akan menaiki angkutan udara, laut, dan bus.

"Untuk rapid test antigen itu kan menjadi kebijakan nasional, artinya bagi maskapai, bagi yang akan membeli tiket itu diwajibkan calon penumpangnya melakukan hasil rapid test antigen ketentuannya misal naik maskapai A membeli tiket biasanya itu sudah dipersyaratkan. Nah mulai tanggal 18, sampai dengan tanggal 8 Januari, semuanya wajib disertakan rapid test antigen," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2020) dikutip dari detikcom.

Calon penumpang angkutan udara akan jadi prioritas pengecekan rapid test antigen. Soal waktu pemberlakuan aturan ini, Syafrin menyebut disesuaikan dengan periode angkutan Natal dan Tahun Baru.

Kebijakan pemda DKI ini bermula dari Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi yang melakukan intervensi kebijakan berupa pengetatan aktivitas masyarakat secara terukur dan terkendali jelang libur Natal dan Tahun baru.

Pengetatan itu meliputi bekerja dari rumah (Work From Home/ WFH) 75%, pelarangan perayaan tahun baru di seluruh provinsi, dan pembatasan jam operasional mal, restoran, tempat hiburan sampai pukul 19.00 untuk Jabodetabek dan 20.00 untuk zona merah di Jabar, Jateng, dan Jatim. Selain itu, pengetatan protokol kesehatan akan dilakukan di rest area dan tempat-tempat wisata.

Selain itu, untuk perjalanan menggunakan kereta api dan pesawat, akan diwajibkan untuk melakukan rapid test antigen maksimal H-2. Rapid test antigen ini memiliki sensitivitas yang lebih baik dibandingkan rapid test antibodi. Khusus untuk Bali, harus menggunakan PCR test H-2.

"Kami melihat diperlukan pengetatan secara terukur dan terkendali untuk menjaga kapasitas ICU bed agar angka kematian tidak meningkat secara signifikan pascalibur Natal dan tahun baru," kata Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi.

"Dengan kebijakan pengetatan yang terukur dan terkendali, maka kami melihat penambahan kasus dan kematian bisa terkendali, dengan dampak ekonomi yang relatif minimal," lanjutnya.

Biaya Tes Antigen Tertinggi Dipatok Rp 250 Ribu
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading