Aturan IMEI Bunuh Ponsel BM, Pendapatan Negara Nambah Rp 3 T

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 December 2020 15:33
[DALAM] IMEI

Jakarta, CNBC Indonesia - Aturan IMEI yang memberangus ponsel black market (BM) ternyata berdampak besar pada Indonesia. Salah satunya adalah potensi pendapatan negara yang bisa mencapai Rp 2-3 triliun pertahunnya.

Disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Rizaldi jika pemasukan itu bisa dihitung juga lebih jelas secara kuantitatif dengan kapasitas mesin CEIR.

"Ada potensi penerimaan negara sampai Rp2-3 Triliun pertahunnya karena memang harus teregistrasi. Kapasitas CEIR lebih jelas secara kuantitatif berapa uangnya," kata Bobby dalam Selular Digital Telco Outlook, Selasa (15/12/2020).


Dengan aturan IMEI ilegal ini, Bobby menambahkan dapat memperkecil ruang para pemain yang tidak mau comply dengan regulasi. Termasuk bagi pelaku yang enggan bayar pajak.

Selain itu dia menyebutkan aturan IMEI itu memuat peredaran ponsel di pasar juga lebih bersaing. Bobby menyebutkan asosiasi memberikan masyarakat banyak opsi untuk teknologi dan harga beragam pada produk.

Senior Brand Director Vivo Indonesia, Edy Kusuma mengatakan jika aturan ini membuat masyarakat lebih teredukasi untuk membeli ponsel resmi. Selain itu juga permintaan produknya juga meningkat.

"Kami tambah kapasitas produksi karena tingginya demand. Saat regulasi diterapkan membantu sekali bagi kami," kata dia.

Aturan yang sempat tertunda selama lima bulan itu akhirnya resmi dijalankan pada Selasa 15 September 2020 lalu. Seharusnya pemblokiran ponsel Black market sudah mulai dilakukan pada 18 April 2020 atau enam bulan setelah aturan diteken oleh Menteri Kominfo, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan.

Pemerintah mengatakan pemberlakuan pengendalian IMEI dilakukan untuk kepastian hukum bagi masyarakat yang membeli perangkat yang sah. Aturan ini berlaku untuk handphone, komputer genggam dan komputer tablet.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading