Wah! Hacker Retas Kemenkeu & Kemendag AS via Microsoft Office

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
14 December 2020 17:49
Infografis/Awas Dibobol Hacker Jangan Pakai  10 Password Buruk Ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Trump mengakui adanya serangan siber ke Departemen Keuangan AS dan bagian dari Departemen Perdagangan pada akhir pekan lalu. Aksi ini dilakukan sekelompok hacker dengan memanfaatkan celah keamanan dari Microsoft Office 365.

"Pemerintah AS mengetahui laporan ini dan kami mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang mungkin terkait dengan situasi ini," ujar Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional John Ullyot seperti dikutip dari CNBC International, Senin (14/12/2020).

Seorang sumber Reuters mengungkapkan aksi peretasan ini disokong oleh Rusia dan menargetkan Departemen Keuangan dan National Telecommunication and Information Administratioan, sebuah abdan yang menyusun kebijakan internet dan telekomunikasi di bawah Departemen Perdagangan AS.


Tidak diketahui data apa saja yang telah dicuri atau dibocorkan oleh para hacker ini. Juru bicara Departemen Perdagangan AS mengkonfirmasi bahwa telah terjadi peretasan.

"Kami mengkonfirmasi telah terjadi pelanggaran di salah satu biro kami dan kami telah meminta CISA dan FBI untuk menyelidiki. Kami belum bisa berkomentar lebih lanjut saat ini," ujar juru bicara Departemen Perdagangan AS kepada NBC News.

Microsoft menolak untuk berkomentar atas kasus ini.

The Washington Post mengungkapkan peretasan ini berkaitan dengan kelompok yang bekerja untuk dinas intelijen luar negeri Rusia. FBI sedang menyelidiki grup ini yang disebut bernama APT29 atau Cozy Bear.

Para peretas juga diyakini telah meretas jaringan Departemen Luar Negeri, Kepala Staf Gabungan, dan Gedung Putih selama pemerintahan Obama.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook, kementerian luar negeri Rusia menggambarkan tuduhan tak berdasar ini sebagai upaya lain media besar AS untuk menyalahkan Rusia atas serangan siber terhadap badan-badan AS.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading