Dituduh Monopoli, Bos Facebook Bicara Soal Shapchat & Tiktok

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
14 December 2020 10:56
Facebook

Jakarta, CNBC Indonesia - COO Facebook, Sheryl Sandberg meyakini jika perusahaannya menghadapi kompetisi sengit di dunia media sosial. Dia mengatakan anak-anaknya pun tak menggunakan produknya namun Snapchat dan Tiktok.

"Saya tidak bisa membuat anak-anak saya sendiri memposting di Instagram karena mereka sangat sibuk di Snapchat dan Tiktok. Anda tahu, jika ingin mendapatkan listrik untuk rumah Anda, Anda harus punya satu pilihan, namun Anda punya pilihan untuk waktu dan perhatian Anda," kata Sandberg, dikutip CNBC Internasional, Senin (14/12/2020).

Ucapannya berhubungan dengan tuntutan anti monopoli yang diajukan Komisi Perdagangan Federal serta koalisi jaksa Agung dari 48 negara bagian dan teritori.


Tuntutan itu menyatakan jika akuisisi Instagram dan WhatsApp oleh Facebook sebelum keduanya jadi ancaman bagi perusahaan. Dampaknya, konsumen tidak memiliki pilihan saat menggunakan media sosial.

Sandberg membantah jika grup Facebook hadir tanpa kompetisi. Menurutnya banyak kompetitor yang juga berkembang sangat cepat.

"Ada layanan kami namun juga ada iMessage, Tiktok, Snapchat, banyak diantaranya telah berkembang sangat besar, sangat cepat," ujar dia.

Dia juga menyatakan akuisisi Instagram pada 2012 dan 2014 untuk WhatsApp telah disetujui oleh pemerintah AS sendiri. Sandberg menjelaskan jika pembelian kedua perusahaan juga sudah sangat jelas.

Namun menurutnya sangat mengerikan jika pemerintah AS jugalah yang mempermasalahkannya pembelian itu bertahun-tahun kemudian.

"Akuisisi itu sudah jelas dan jika kamu membeli perusahaan, dan delapan tahun, 10 tahun kemudian pemerintah bisa membersihkan dan melepaskannnya, itu akan menjadi masalah mengerikan untuk bisnis di Amerika, kita tidak bisa berkompetisi di seluruh dunia," kata Sandberg.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading