Kabar Baik, Vaksin Corona Pfizer-Biontech Segera Berizin

Tech - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
21 November 2020 11:50
FILE PHOTO: The Pfizer logo is seen at their world headquarters in New York April 28, 2014.  REUTERS/Andrew Kelly/File Photo                            GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD Foto: REUTERS/Andrew Kelly

Jakarta, CNBC Indonesia - Pfizer dan BioNTech pada hari Jumat mengajukan emergency use authorization (UEA) atau permohonan izin penggunaan darurat dari Food and Drug Administration (FDA) untuk vaksin virus corona.

Mengutip CNBC International, Sabtu (21/11/2020) Jika permohonan Pfizer disetujui, vaksin kemungkinan akan dibatasi dan diluncurkan secara bertahap, dengan petugas kesehatan, lansia, dan orang dengan komorbid atau penyakit bawaan mendapatkan vaksinasi pertama.




Pekerja esensial, guru, dan orang-orang di tempat penampungan tunawisma dan penjara kemungkinan akan menjadi yang berikutnya, diikuti oleh anak-anak dan orang dewasa.

Proses ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu, dan pertemuan komite penasihat untuk meninjau vaksin tersebut telah dijadwalkan untuk sementara pada awal Desember. Beberapa orang Amerika bisa mendapatkan dosis pertama vaksin dalam waktu sekitar satu bulan.

"Pengajuan di AS merupakan tonggak penting dalam perjalanan kami untuk mengirimkan vaksin COVID-19 ke dunia dan kami sekarang memiliki gambaran yang lebih lengkap tentang profil kemanjuran dan keamanan vaksin kami, memberi kami keyakinan akan potensinya," ujar CEO Pfizer, Dr. Albert Bourla.



Pengumuman pada Jumat datang dua hari setelah Pfizer mengatakan analisis data akhir menemukan vaksin virus korona dengan BioNTech 95% efektif dalam mencegah Covid-19. Tak hanya itu, vaksin tersebut juga disebut aman, dan tampaknya bisa menghalau penyakit parah.

Analisis akhir telah mengevaluasi 170 kasus infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di antara lebih dari 43.000 peserta uji coba tahap akhir. Perusahaan mengatakan 162 kasus Covid diamati pada kelompok plasebo versus delapan kasus yang diamati pada kelompok yang menerima vaksin dua dosis. Itu menghasilkan perkiraan kemanjuran vaksin 95%.

Pfizer adalah yang pertama dalam pengembangan vaksin Covid-19 yang mengajukan penggunaan darurat dengan FDA. Vaksinnya mengandung materi genetik yang disebut messenger RNA, atau mRNA, yang diharapkan para ilmuwan memprovokasi sistem kekebalan untuk melawan virus.

Vaksin tersebut membutuhkan suhu penyimpanan minus 94 derajat Fahrenheit, berpotensi menimbulkan tantangan untuk distribusi yang luas. Sebagai perbandingan, vaksin Moderna harus disimpan pada suhu minus 4 derajat Fahrenheit.

Pfizer mengumumkan pada 22 Juli bahwa AS setuju untuk membeli 100 juta dosis vaksinnya hingga $ 1,95 miliar. Perjanjian tersebut, yang merupakan bagian dari program vaksin administrasi Trump, Operation Warp Speed, memungkinkan AS memperoleh 500 juta dosis vaksin tambahan.

Bourla mengatakan pada 9 November bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat untuk memproduksi hingga 50 juta dosis vaksin tahun ini dan hingga 1,3 miliar dosis pada tahun 2021.

Menurutnya, saat ini sudah memulai pengajuan bergilir dengan beberapa badan pengatur di seluruh dunia, termasuk Badan Obat Eropa dan Badan Pengatur Produk Obat & Kesehatan di Inggris.

Ahli penyakit menular terkemuka di As, Dr. Anthony Fauci, mengatakan bahwa vaksin dapat tersedia untuk semua orang Amerika pada bulan April atau Juli.

Vaksin yang aman dan efektif dilihat oleh investor dan pembuat kebijakan sebagai solusi untuk mengembalikan ekonomi global ke jalurnya setelah pandemi mendatangkan malapetaka di hampir setiap negara.

Virus corona terus menyebar dengan cepat ke seluruh Amerika Serikat, menginfeksi lebih dari 11,71 juta orang Amerika dan menewaskan sedikitnya 252.564 pada Jumat, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading